PapuaMart
close
Banner iklan disini
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Tak gunakan kondom, 10 PSK dan pramuria disidang di PN Merauke
  • Sabtu, 10 Desember 2016 — 08:15
  • 530x views

Tak gunakan kondom, 10 PSK dan pramuria disidang di PN Merauke

“Ada juga saat berhubungan, namun kondom pecah. Sehingga terjangkit penyakit tersebut. Setelah ditemukan, langsung dilakukan koordinasi dengan Satpol PP Merauke sebagai penyidik untuk diproses sesuai aturan yang diamanatkan dalam Perda Nomor 3 Tahun 2013,” ungkapnya.
Ilustrasi kondom - IST
Ans K
frans@tabloidjubi.com
Editor : Angela Flassy

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Merauke, Jubi - Sebanyak 10 pekerja seks komersial bersama pramuria di beberapa tempat hiburan malam diantarnya, R,F, SW,VG, TL, FR, RA, SN, LS, AY dan S ædiseretÆ ke Pengadilan Negeri (PN) Merauke, karena terbukti tak menggunakan kondom saat berhubungan seks. Akibatnya mereka terjangkit penyakit infeksi menular seksual (IMS).

Dalam persidangan itu, bertindak sebagai hakim ketua, Corneles Waroy.  Sedangkan penuntut adalah tiga penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dari Kantor Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Hakim ketua, Corneles Waroy usai persidangan Jumat (9/12/2016) mengatakan, sidang  yang menyeret 10  perempuan itu, langsung diputus dengan hukuman  denda berkisar antara Rp1,5 juta sampai Rp4 juta dan atau hukuman kurungan 10-20 hari.

“Ya, kalau mereka tak membayar denda, akan ædieksekusiÆ menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Merauke. Aturannya seperti demikian,” tuturnya.

Sementara Kepala Kesehatan Reproduksi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Merauke, Inge Silvia menjelaskan, setiap bulan, para PSK maupun pramuria, wajib menjalani pemeriksaan di rumah sakit. Pada November lalu, ditemukan 10 orang menderita IMS, dan diduga tak menggunakan kondom ketika melayani tamu.

“Ada juga saat berhubungan, namun kondom pecah. Sehingga terjangkit penyakit tersebut. Setelah ditemukan, langsung dilakukan koordinasi dengan Satpol PP Merauke sebagai penyidik untuk diproses sesuai aturan yang diamanatkan dalam Perda Nomor 3 Tahun 2013,” ungkapnya.

Inge menjelaskan sidang itu sebagai upaya pemberian efek jera agar tak mengulangi perbuatannya lagi. “

Kami juga rutin lakukan pemeriksaan setiap bulan dan  ketika ditemukan, langsung diproses hukum,” tegasnya. (*)

Sebelumnya

Legislator pertanyakan penyebab ASN di Asmat belum terima beras

Selanjutnya

Luas panen 52 ribu hektar, produksi beras Merauke capai 136 ribu ton

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Tinggalkan Komentar :
Terkini
Stop Press

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua