Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Kalimantan
  3. Pengusaha kapal angkutan TKI mogok beroperasi
  • Senin, 12 Desember 2016 — 13:37
  • 2559x views

Pengusaha kapal angkutan TKI mogok beroperasi

Pengusaha kapal angkutan warga negara Indonesia (WNI) atau tenaga kerja Indonesia (TKI) dari Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara menuju Pelabuhan Tawau Negeri Sabah, Malaysia menyatakan mogok untuk memprotes kebijakan pemerintah Malaysia terkait pungutan kepada penumpang.
Ilustrasi. Pengusaha kapal Nunukan protes aturan pungutan penumpang oleh Malaysia. –tempo.co
ANTARA
Editor : Lina Nursanty
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Nunukan, Jubi – Pengusaha kapal angkutan warga negara Indonesia (WNI) atau tenaga kerja Indonesia (TKI) dari Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara menuju Pelabuhan Tawau Negeri Sabah, Malaysia menyatakan mogok untuk memprotes kebijakan pemerintah Malaysia terkait pungutan kepada penumpang.

Kadishubkominfo Nunukan, Petrus Kanisius, menyatakan, Pemkab Nunukan telah berkirim surat kepada pemerintah Negeri Sabah termasuk otoritas Pelabuhan Penyeberangan Tawau terkait dengan kebijakan pungutan yang diberlakukan terhadap WNI/TKI.

Pemberlakuan pungutan yang dinilai sangat memberatkan pengusaha kapal dan WNI/TKI itu diprotes warga Nunukan khususnya tekong-tekong TKI pasca pengoperasian Pelabuhan Baru Tawau. Besaran pungutan itu adalah 15 ringgit Malaysia atau setara Rp50.000 bagi penumpang dewasa dan 10 ringgit Malaysia atau setara Rp32.000 bagi penumpang anak-anak baik saat datang maupun pulang ke Kabupaten Nunukan.

Protes yang dilakukan pengusaha kapal angkutan antarnegara ini telah berlangsung dua kali namun kali ini disertai dengan sejumlah kesepakatan yang ditulsikan menggunakan materai 6.000 yang ditandatangani sejumlah pengusaha, otoritas pelabuhan Nunukan dan pemerintah setempat. (*)

 

loading...

Sebelumnya

DPRD Kotabaru pertanyakan nasib PNS Distamben

Selanjutnya

Polda Kalbar curigai mobil mewah memuat sabu-sabu

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe