PapuaMart
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Nasional & Internasional
  3. Kata FKUB Papua, kerukunan umat beragama di Sulut jadi contoh
  • Selasa, 13 Desember 2016 — 10:07
  • 691x views

Kata FKUB Papua, kerukunan umat beragama di Sulut jadi contoh

“Contoh sederhana adalah masjid leluasa mengumandangkan adzan setiap waktu shalat,” katanya ketika dihubungi Jubi di Jayapura, Selasa (13/12/2016).
FKUB Papua ketika foto bersama di Bukit Kasih Minahasa, Sulawesi Utara – Jubi/IST
Abeth You
abethamoyeyou@gmail.com
Editor : Timoteus Marten

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Papua menilai kondisi kerukunan umat beragama di Sulawesi Utara (Sulut) baik dan kondusif.

Hal ini diketahui setelah pihak forum ini ini melakukan kunjungan kerukunan ke bumi “Nyiur Melambai” dengan beberapa kegiatan seperti seminar bersama FKUB Sulut, kunjungan silaturahmi ke Kapolda Sulut, natal bersama gubernur Sulut, Wali Kota Manado dan mahasiswa Papua yang sedang kuliah di Manado.

Selain itu dilakukan kunjungan ke komunitas agama masing-masing serta wisata ke Bukit Kasih yang merupakan simbol kerukunan beragama di Sulut.

Staf FKUB Papua, Ridawan al-Makassary mengatakan, praktik toleransi Kota Manado tercermin dari tidak adanya larangan menjalankan agama masing-masing.

 “Contoh sederhana adalah masjid leluasa mengumandangkan adzan setiap waktu shalat,” katanya ketika dihubungi Jubi di Jayapura, Selasa (13/12/2016).

Masih kata dia, praktik-praktik seperti begini perlu ditularkan di Papua dan wilayah-wilayah lainnya yang bermasalah dengan toleransi sebagai wujud dari kohesi sosial sesama anak bangsa.

Ketua FKUB Papua, Pdt. Lipiyus Biniluk menegaskan, cukuplah darah Tuhan Yesus yang mengalir di kayu salib untuk kita semua yang ada di bumi ini. Maka, umat manusia tak boleh lagi bertumpah darah lagi.

“Siapa itu Yesus Kristus? Cukuplah darah Tuhan Yesus yang mengalir di kayu salib untuk kita semua. Kita mesti mencontohi kesederhaan Yesus Kristus yang luar biasa, raja damai, raja segala raja,” kata Pendeta Lipyus.

Menurut dia, warga Sulut memiliki sikap terbuka dan toleran sejak lama telah ada kearifan lokal untuk saling membantu dan menghormati antara umat agama yang berbeda. “Kondisi keamanan dan toleransi baik di Manado,” katanya. (*)

Sebelumnya

Soal smelter, Freeport diminta depositokan US$530 juta

Selanjutnya

Ngali Guman, jembatani West Papua dan Aborigin lewat kebudayaan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Tinggalkan Komentar :

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua