Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Nasional & Internasional
  3. Ngali Guman, jembatani West Papua dan Aborigin lewat kebudayaan
  • Selasa, 13 Desember 2016 — 16:02
  • 1248x views

Ngali Guman, jembatani West Papua dan Aborigin lewat kebudayaan

"Ini antara dua kebudayaan, masyarakat asli Australia atau Yidinji, dihubungkan kembali dengan kebudayaan dari utara, dari Papua. Namun dalam pertunjukan ini kami khususnya kerja bersama anggota-anggota komunitas dari West Papua," ujar Pauline Lampton, Direktur Artisitik pertunjukan itu.
Para penari Biddigal Jonathan Mundraby, Andrew Miller, dan Shaun Miller - walkleys.com
Zely Ariane
zely.ariane@tabloidjubi.com
Editor : Kyoshi Rasiey

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Kita Itu Satu, atau Ngali Guman adalah pertunjukan seni yang akan dipentaskan di Cairns Australia untuk membangun kembali hubungan antara masyarakat asli Aborigin Australia dengan West Papua.

Biddigal Performing Arts, adalah organisasi seni anak muda yang meluncurkan produksi baru mereka bertajuk Ngali Guman, yang artinya Kita Itu Satu. Dilansir The Cairns Post, Kamis (8/12/2016) produksi ini merupakan kolaborasi tarian kontemporer dan budaya tradisional, lagu dan cerita.

"Ini antara dua kebudayaan, masyarakat asli Australia atau Yidinji, dihubungkan kembali dengan kebudayaan dari utara, dari Papua. Namun dalam pertunjukan ini kami khususnya kerja bersama anggota-anggota komunitas dari West Papua," ujar Pauline Lampton, Direktur Artisitik pertunjukan itu.

Produksi tari kontemporer ini menampilkan perpaduan antara elemen-elemen budaya Aborigin, budaya orang Selat Torres dengan kebudayaan orang West Papua. "Kami akan hadirkan Paman David Mundraby dari Yarrabah bercerita tentang dua saudara datang dari utara, yang berlayar dengan sebuah Kano," ujarnya.

Ngali Guman adalah respon terhadap kumpulan cerita monolog rakyat West Papua selama lebih dari 14 tahun. 

"Fokus utama kami adalah koneksi atau menemukan kembali koneksi antara komunitas Aborigin dengan West Papua,” ujar Lampton. 

Didirikan tahun 2013, Biddigal Performing Arts berbasis  di Nintiringanyi Cultural Training Centre di Mooroobool. Produksi pertama mereka di tahun 2014 sebagai bagian dari Festival tahunan Cairns.

Pauline Lampton menggambarkannya sebagai suatu persaudaraan yang teridir dari anak-anak masyarakat asli dan anak muda yang berbagi cerita melalui medium ragam pertunjukan seni.

“Misi kami pada dasarnya hendak mendorong dan memberi kesempatan kepada kaum muda masyarakat asli di Cairns dan Far North Quensland,” ujarnya.

Ngali Guman akan dipentaskan tanggal 14-16 Desember 2016 di Centre of Contemporary Arts di Cairns.(*) 

Sebelumnya

Kata FKUB Papua, kerukunan umat beragama di Sulut jadi contoh

Selanjutnya

Ini strategi Kemlu untuk isu Papua, Melanesia dan Pasifik

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe