Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Mamta
  3. Pemkot diminta perhatikan izin membangun di daerah rawan banjir
  • Selasa, 13 Desember 2016 — 19:03
  • 715x views

Pemkot diminta perhatikan izin membangun di daerah rawan banjir

“Akibatnya banyak bangunan rumah tersebar di Kota Jayapura dengan tidak teratur,” katanya kepada Jubi di Jayapura, Selasa (13/12/2016).
Tanda larangan oleh Pemerintah Kota Jayapura sebagai tempat kawasan di larang membangun di Hamadi Rawa I, Kelurahan Hamadi, Distrik Jayapura Selatan – Jubi/Agus Pabika
Agus Pabika
Editor : Timoteus Marten

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura diminta agar memperhatikan pemberian Izin Mendirikan Bangunan (IMB) terutama di daerah resapan air dan rawan bencana alam seperti banjir dan longsor.

Warga Hamadi Rawa I, Kelurahan Hamadi, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Maria Waromi mengatakan selama ini warga mendapatkan izin dengan mudah.

“Akibatnya banyak bangunan rumah tersebar di Kota Jayapura dengan tidak teratur,” katanya kepada Jubi di Jayapura, Selasa (13/12/2016).

Ia melanjutkan, banyak bangunan di daerah resapan air dan rawan longsor dan banjir. Dampaknya banjir dan longsor sering melanda kota ini. Misalnya di Hamadi Rawa I dan Rawa II, karena banyaknya bangunan dan rumah sehingga air tidak mampu menampung air hujan dari kawasan Polimak.

“Kami minta Pemkot dan dinas terait harus melihat hal ini dengan serius. Setiap kali hujan kami harus menyimpan barang dan selalu terendam banjir,” ujarnya.

Hal senada dikatakan warga Resimen Hamadi Tanjung, Distrik Jayapura Selatan, Ben Mauri. Menurut Ben pembangunan rumah toko (ruko) di kota ini harus memperhatikan analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL).

“Kita bisa lihat jalan raya dengan kios dan ruko jalan saling berdekatan. Akibatnya macet, banjir, longsor dan kecelakaan serta banyak dampak lainnya,” kata Ben.

Ia berharap Pemkot Jayapura dan dinas terkait dapat menata Kota Jayapura dengan baik sehingga kota ini terlihat indah dan layak dijadikan barometer pembangunan di tanah Papua. (*)

loading...

Sebelumnya

Gelombang laut tinggi, harga ikan di Sentani naik

Selanjutnya

Warga Sentani kesulitan mendapatkan minyak tanah

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe