Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Lingkungan
  3. Kebun sawit dibuka, air tercemar, ikan pun mati
  • Kamis, 21 September 2016 — 04:30
  • 2059x views

Kebun sawit dibuka, air tercemar, ikan pun mati

Masyarakat Elikobel saat diwawancarai tentang perkebunan kelapa sawit di tanah mereka - Jubi/Ans
Ans K
Editor : Angela Flassy

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Merauke, Jubi - Setelah beberapa tahun terakhir kegiatan pembongkaran lahan untuk kegiatan investasi kelapa sawit dilakukan di Distrik Elikobel, Kabupaten Merauke, justru telah menimbulkan dampak besar bagi masyarakat di beberapa kampung di sekitar. Misalnya saja, air sudah tercemar oleh limbah pupuk perusahan hingga berdamnpak terhadap matinya ikan.

Selain itu, air yang biasanya jernih, kini telah berubah menjadi kecoklatan. Bahkan, anak-anak setelah mandi, badannya gatal-gatal.

Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Distrik Elikobel, Remigius Dambujay kepada Jubi Rabu (21/9/2016) mengatakan, banyak perubahan yang terjadi, setelah hutan masyarakat dibongkar untuk kepentingan investasi bagi perusahan.

“Terus terang, masyarakat di beberapa kampung  di sekitar Distrik Elikobel, sudah kesulitan mendapatkan air minum. Karena sumber air yang selama ini menjadi satu-satunya nafas hidup, telah tercemar akibat limba perusahan. Sehingga tidak bisa digunakan untuk minum maupun masak,” katanya.

Masyarakat juga, katanya, menjadi takut menggunakan air itu. Karena banyak ikan telah mati, setelah warna air berubah.

Ya, kami tidak bisa berbuat banyak, karena para pemilik hak ulayat, telah menyerahkan tanahnya untuk investasi bagi perusahan,” ujarnya.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke, Moses Kaibu menegaskan, pemerintah harus memberikan tindakan tegas kepada perusahan yang membuat pelanggaran dengan tidak mematuhi kesepakatan bersama masyarakat sebagai pemilik hak ulayat.

“Sebagai dewan, saya menyoroti dan meminta perusahan yang melakukan investasi kelapa sawit di Distrik Elikobel, diberikan tindakan tegas, jika benar sumber air mereka telah tercemar akibat limba pupuk,” pintanya. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Tiap Toko Harus Gunakan Plastik Ramah Lingkungan

Selanjutnya

Tiga kawasan konservasi di Merauke terancam

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe