Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Lapago
  3. Bermasalah, penyaluran jatah raskin 2015-2016 di Wamena
  • Kamis, 15 Desember 2016 — 19:18
  • 752x views

Bermasalah, penyaluran jatah raskin 2015-2016 di Wamena

“Sudah dari dulu begitu terus, kami masyarakat ini hanya terima bodok-bodok, mereka bilang gratis tapi gratis untuk mereka sendiri. Kita mau protes tapi Pak Bupati mau berhentikan kita, jadi takut juga. Bulan ini saja kami terima hanya 4 bulan” kata dia dalam bahasa daerah sembari meminta tidak menyebutkan namanya.
Ilustrasi Stok beras yang tersedia di gudang Bulog Wamena - Jubi/Islami
Editor : Zely Ariane

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Wamena, Jubi – Panti Asuhan di Kabupaten Jayawijaya, yang seharusnya mendapat jatah beras miskin (raskin) setiap bulan, tahun ini hanya menerima jatah untuk enam bulan saja. Sisanya hingga saat ini belum diterima.

“Kami ada beberapa Panti Asuhan di Wamena, saya koordinatornya, kami tahu itu beras raskin tiap bulan ada, dari Januari sampai Desember. Tapi tiap tahun itu penyalurannya selalu saja ada yang bolong, kadang tidak tersalurkan,” ungkap Yakobus Wuka, Koordinator Panti Asuhan di Kabupaten Jayawijaya kepada wartawan Rabu, (14/12/16).

Menurut dia, di tahun 2016 ini Panti Asuhan di Jayawijaya hanya menerima  jatah raskin 6 bulan, sementara 6 bulan sisanya belum diterima padahal sudah memasuki akhir tahun

“Tahun ini hanya terima 6 bulan, bulan April, Mei, September, Oktober, November, dan Desember itu kami terima, tapi bulan Januari, Februari, Maret, Juni, Juli, dan Agustus kami belum terima” katanya.

Lanjut Yakobus, penyaluran raskin yang tidak penuh tersebut hampir terjadi setiap tahun, dan tidak jelas sisanya digunakan untuk apa.

“Awal tahun ini kan kami protes juga yang 5 bulan tidak tersalur, lalu kami diberikan untuk jatah bulan selanjutnya. Baru jatah 5 bulan yang tidak dikasih itu kemana? Dan sekarang 6 bulan kami tidak terima lagi, kalau begini terus alokasi kami punya sebenarnya dikemanakan?” ujar Yakobus yang juga Ketua Panti Asuhan Izinmo ini.

Awal tahun 2016 ini di bulan Februari 2016, sebagaimana sebagaimana diberitakan Jubi waktu itu, Panti Asuhan di Jayawijaya juga keluhkan hal serupa. Saat itu Panti Asuhan melalui koordinatornya Yakbus Wuka mengatakan sejak bulan Agustus 2015 hingga Februari 2016 belum menerima jatah raskin.

Atas dasar itu Yakobus mencurigai ada oknum-oknum tertentu yang bermain menggelapkan raskin untuk panti asuhan di Kabupaten Jayawijaya setelah disalurkan dari Bulog.

“Jadi mungkin ini ada orang yang bermain,  penyaluran di pemerintah dan Bulog  mungkin lancar tapi ada petugas urus raskin yang bermain. Pemerintah tolong perhatikan ini supaya transparan”  kata Yakobus Wuka, Mantan Anggota DPRD Jayawijaya ini.

Keluhan yang sama juga diungkapkan Katrina, pengurus Panti Asuhan Yayasan Curahan Kasih, bahwa pihaknya jarang menerima beras secara utuh setiap tahunnya.

“Dari dulu beras ini tidak pernah jalan lancar, selalu ada yang hilang ditengah jalan, tahun ini kira-kira kami terima sekitar 5 atau 6 kali saja” katanya.

Kadistrik membantah

Sementara itu, Kepala Distrik Wamena Koata, Lince Kogoya, S. Ip yang dikomfirmasi Jubi membantah jika penyaluran raskin tidak rutin. Dia mengaku memiliki data penyaluran yang cukup untuk membuktikan.

“Kita salurkan beras normal kok, Pak Yakobus itu baru datang dari luar daerah makanya dia tidak tahu kami tiap bulan salurkan seperti biasa” Kata Lince, selaku Distrik yang menangani penyaluran raskin untuk Panti Asuhan.

Menurut Lince, untuk alokasi tahun 2016 ini tersisa 3 bulan yang belum tersalurkan, selebihnya sudah disalurkan ke Panti Asuhan sebagaimana biasanya. “Yang belum itu bulan Oktober, November, dan Desember, bulan lain sudah, kami punya data” ujarnya.

Namun demikian keluhan tentang penyaluran beras raskin yang tidak utuh ini bukan saja disampaikan Panti Asuhan tetapi juga masyarakat umum di Jayawijayaj.

Seorang Kepala Kampung di Jayawijaya yang enggan menyebutkan namanya mengatakan sudah sering penyaluran raskin di Jayawijaya bermasalah, kadang tidak disalurkan 12 bulan penuh.

“Sudah dari dulu begitu terus, kami masyarakat ini hanya terima bodok-bodok, mereka bilang gratis tapi gratis untuk mereka sendiri. Kita mau protes tapi Pak Bupati mau berhentikan kita, jadi takut juga. Bulan ini saja kami terima hanya 4 bulan” kata dia dalam bahasa daerah sembari meminta tidak menyebutkan namanya.(*)

loading...

Sebelumnya

Pemda Yahukimo jamin BBM Natal-Tahun Baru 2017 aman

Selanjutnya

Hari ini, Trigana Boing 737-300 resmi terbang perdana Jayapura-Dekai

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe