Festival Film Papua
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
  1. Home
  2. Lapago
  3. Mama-mama pedagang Pasar Moanemani: Pelatihan jangan hanya sekali
  • Senin, 19 Desember 2016 — 10:17
  • 596x views

Mama-mama pedagang Pasar Moanemani: Pelatihan jangan hanya sekali

Pelatihan tersebut, menurut Kepala Dinas Perindagkop Kabupaten Dogiyai Andreas Gobay, diselenggarakan untuk memberikan pemahaman cara mengelola uang hasil jualan, memberbesar usaha, sekaligus untuk mendengar keluhan Mama-mama pedagang pasar.
Mama Dorkas Agapa (berdiri), dalam pelatihan peningkatan kemampuan mengelola hasil usaha pasar bagi Mama-mama Papua di Aula Bappeda, Moanemani, Kabupaten Dogiyai (17/12) – Dok. Yapekma
Zely Ariane
zely.ariane@tabloidjubi.com
Editor : Kyoshi Rasiey

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Sekitar 40 orang Mama-mama pedagang Pasar Moanemani, Kabupaten Dogiyai mengikuti pelatihan Peningkatan Kemampuan Mengelola Hasil Usaha Pasar, yang diselenggarakan oleh Dinas Perindagkop Kabupaten Dogiyai. Mereka minta agar pelatihan dilakukan serius dan tidak hanya satu kali.

Ketua Kelompok Mama-mama Pasar Moanemani, Dorkas Agapa, dalam pelatihan yang diselenggarakan di Aula Bappeda, Moanemani Kabupaten Dogiyai, Sabtu (17/12) mengatakan pelatihan itu merupakan hari yang istimewa karena baru pertama kali diselenggarakan.

“Ini pertama kami hadir sebagai Mama- mama Pasar untuk mengikuti pelatihan ini. Harapan kami kedepan mohon melatih kami secara serius, jangan hanya kali ini. Kami Mama-mama sudah terorganisir sekarang,” ujar Mama Dorkas melalui keterangan yang dilansir Yayasan Pembangunan Kesejahteraan Masyarakat (Yapkema) kepada Jubi, Minggu (18/12/2016).

Kegiatan yang khusus ditujukan untuk Mama-mama Pasar ini, menurut Yohanes Kamo, seorang tokoh pemuda setempat memang merupakan kegiatan pertama. “Sebelumnya belum ada kegiatan yang diarahkan khusus pada Mama-mama, pada hal mereka ini ada di ujung tombak. Mereka ini sudah jadi pelaku pasar,” kata dia.

Pelatihan tersebut, menurut Kepala Dinas Perindagkop Kabupaten Dogiyai Andreas Gobay, diselenggarakan untuk memberikan pemahaman cara mengelola uang hasil jualan, memberbesar usaha, sekaligus untuk mendengar keluhan Mama-mama pedagang pasar.

“Kami lihat selama ini mereka (Mama-mama) belum mengelola uang hasil jualan dengan maksimal, sehingga melalui pelatihan ini Mama-mama dapat memahami pengelolaan uang milik mereka untuk memperbesar usahanya kedepan. Ini juga bisa menjadi momentum kami sebagai pemerintah  mendengarkan keluhan mereka agar kita bisa mencari jalan keluar untuk usaha mereka kedepan,” ujar Andreas Gobay yang ikut memberi materi terkait tata cara pemberian izin Usaha Kecil.

Turut hadir sebagai narasumber pelatihan pengelolaan hasil usaha tersebut Hanok Herison Pigai, Direktur Yapkema, yang menyampaikan materi pengelolaan keuangan usaha kecil, serta Damiana Tekege, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Dogiyai, terkait materi manajemen usaha kecil.

Acara dibuka oleh Asisten II Setda Kabupaten Dogiyai, Thobias Bunapa.  Menurut dia kegiatan pelatihan semacam itu berkesesuaiani dengan target Kabupaten Dogiyai yang hendak membangun ekonomi rakyat produktif dan mandiri.

“Masyarakat yang mandiri berarti kita harus mengurangi ketergantungan atas pasokan barang yang berasal dari luar Papua, hal ini  dapat terjadi ketika kita memiliki kemampuan untuk menghasilkan produk sendiri,” ujarnya sambil mengimbau agar setiap SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) yang berhubungan dengan ekonomi dapat menciptakan produk yang bisa dibeli oleh orang lain.

“Jangan kita hanya menjadi konsumen selama – lamanya,” tegas Bunapa.

Pada kesempatan itu, Andreas Gobay menyampaikan rencana pemerintah kabupaten untuk membangun Pasar Tipe C untuk Mama-mama Papua. “Segala persiapan sudah selesai, kami sudah siapkan desain pasar tanpa meninggalkan ciri khas kearifan lokal beserta kelengkapan fasilitas ibadah dan tempat lainnya, sehingga Mama-mama layak berjualan di pasar,” ujarnya.

Menurut dia, rencana ini sudah mendapat respon pemerintah pusat untuk mulai dibangun di tahun 2017, dan berharap pemerintah provinsi juga dapat mendukung rencana tersebut.(*) 

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Kualitas Raskin di Mimika buruk, beras Merauke bisa jadi alternatif

Selanjutnya

Cuaca buruk diduga penyebab jatuhnya herkules di Wamena

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua