PapuaMart
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Lapago
  3. Cuaca buruk diduga penyebab jatuhnya herkules di Wamena
  • Senin, 19 Desember 2016 — 10:21
  • 654x views

Cuaca buruk diduga penyebab jatuhnya herkules di Wamena

“Pesawat membawa 12 awak kru dengan satu penumpang yaitu anggota satuan radar 242 Biak, dan membawa muatan kargo yang dibutuhkan di beberapa wilayah di pegunungan ini,” ujar Umar Sugeng Hariyono.
Para korban pesawat Herkules A-1334 saat tiba di Pangkalan TNI AU Manuhua Detasemen Wamena untuk diidentifikasi-Jubi/Islami
Islami Adisubrata
islami@tabloidjubi.com
Editor : Zely Ariane

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Wamena, Jubi – Sebelas jenazah dari tiga belas penumpang Pesawat Hercules C130 dengan nomor penerbangan A-1334 yang jatuh di sekitar Gunung Lisuwa, Kampung Maima, Distrik Minimo, Kabupaten Jayawijaya, Minggu (18/12/2016) pagi sekitar pukul 06.09 waktu Papua telah teridentifikasi.

Setelah lost contact sekitar pukul 06.09 WIT dengan tower Bandara Wamena, tim gabungan TNI, Polri, Pemda, Basarnas dan juga masyarakat langsung melakukan evakuasi korban sejak pukul 08.00 hingga pukul 11.30 WIT.

Selesai evakuasi dari lokasi kejadian, tim langsung membawa 13 jenazah ke Pangkalan TNI AU Manuhua Detasemen Wamena untuk diidentifikasi oleh tim medis RSUD Wamena bersama beberapa Puskesmas dan tim dokter dari Polres Jayawijaya serta Kodim 1702/Jayawijaya.

Kepada wartawan Pangkoops Angkatan Udara II, Marsekal Muda TNI Umar Sugeng Hariyono menjelaskan Pesawat Hercules C130 dengan nomor regristrasi A 1334 itu melaksanakan misi terbang latihan dan misi dukungan dari pemerintah daerah untuk menyalurkan logistik di Papua.

Pesawat dari Abdurahman Saleh Malang berangkat Jumat (16/12) dan rencananya kembali hari Selasa (20/12), namun pada hari kedua terjadi lost contact lalu kecelakaan di ujung landasan 33 Wamena, tepatnya di Kampung Maima, Distrik Minimo, Kabupaten Jayawijaya, Minggu (18/12/2016) pagi.

“Pesawat membawa 12 awak kru dengan satu penumpang yaitu anggota satuan radar 242 Biak, dan membawa muatan kargo yang dibutuhkan di beberapa wilayah di pegunungan ini,” ujar Umar Sugeng Hariyono.

Dari ke 13 jenazah tersebut baru ada 11 yang telah teridentifikasi dan ada dalam daftar penumpang.

Seluruh korban akan dibawa ke Abdurahman Saleh, Malang untuk diidentifikasi ulang guna memastikan sisa kantong jenazah yang belum teridentifikasi Minggu (18/12/2016) sore.

“Untuk kotak hitam sementara masih dalam pencarian oleh beberapa personil dari Paskas Biak yang disiagakan menjaga lokasi dan menjaga barang-barang yang mungkin bisa dibawa,” terangnya.

Sementara Dirut RSUD Wamena, dr. Indra Jaya selaku penanggungjawab tim medis mengatakan telah menerima sebanyak 19 kantong jenazah dari tim SAR di lokasi kejadian.

Namun dari 19 kantong jenazah itu baru 11 kantong yang berhasil diidentifikasi, sedangkan delapan kantong sisa merupakan potongan tubuh korban yang perlu diidentifikasi lebih lanjut oleh tim yang memang ahlinya.

“11 korban yang sudah teridentifikasi yaitu Mayor penerbang Marlon A Kawer (pilot), Lettu Nav Arif Fajar Prayogi, Suyata, Agung Tri W, Serma Fatoni, Serda Suyanto, Serma Kudori, Kapten Pnb J. Hontian F Saragih, Lukman Hakim, Kapten Rino dan Agung S. Total yang sudah teridentifikasi 11 jenazah, dengan delapan kantong jenazah yang belum teridentifikasi,” jelas dokter Indra Jaya.

Tim medis yang diturunkan untuk mengidentifikasi korban sebanyak 15 dokter dan 26 perawat gabungan Puskesmas dan RSUD Wamena.

Terkait pemakaman, Umar Sugeng Hariyono mengatakan akan menyesuaikan dengan permintaan keluarga korban, “untuk jenazah yang dikebumikan di Malang akan dimakamkan di TMP Malang karena permintaan pihak keluarga,” ujarnya.

“Kapten Pilot, Mayor Penerbang Marlon Kawer asal Papua sesuai permintaan keluarga minta dibawa ke Biak dan akan diadakan upacara, yang lain akan dibawa ke Biak lalu ke Makassar hari ini juga (minggu) sebelum disemayamkan di Malang,” katanya.

Cuaca buruk

Pangkoops AU II mengaku masih belum bisa memastikan penyebab kecelakaan, namun dugaan sementara akibat cuaca buruk. Untuk itu tim investigasi telah dibentuk dan akan diterbangkan ke Wamena untuk mencari penyebab pasti kecelakaan.

“Kemungkinan seperti faktor cuaca atau aspek lainya seperti faktor manusianya, managemennya, misinya tentunya kita dalami kenapa bisa terjadi kecelakaan tersebut, namun yang pasti muatan logistik sesuai dengan ketentuan,” kata Pangkoops Angkatan Udara II.

Terpisah, dari data yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Wamena menyebutkan bahwa saat kejadian cuaca di Wamena memang berkabut.

“Karena waktu Sabtu (17/12/2016) malamnya hujan turun, sehingga secara umum dikenal dengan kabut di pagi hari. Memang saat kejadian cuaca buruk dan jarak pandang hanya 1000 meter, namun kami pun tidak bisa memastikan jatuhnya pesawat Hercules itu karena cuaca buruk atau apa, BMKG tidak bisa menyimpulkan,” ujar Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Wamena, Diedrech Marlissa, S.Si saat dihubungi Jubi, Minggu (18/12/2016).

Menurutnya, biasanya setiap pesawat yang akan mendarat di Bandara Wamena menggunakan ujung runway 15 arah utara, tetapi karena di pagi itu tertutup kabut, sehingga pesawat Hercules mengambil di runway 33 arah selatan Bandara Wamena.

“Ternyata disana juga tertutup, tetapi kami tidak tahu apakah pilot bisa melihat atau tidak. Namun yang pasti, BMKG selalu memberikan informasi cuaca kepada petugas ATC Bandara dua jam sebelum operasional bandara dan dua jam sesudah operasional penerbangan,” jelasnya.

Duka cita

Pilot Hercules Mayor Marlon (Alm), menurut Umar Sugeng Haryono, memiliki kualifikasi yang tidak diragukan sebagai instruktur penerbang Herkules. “Dugaan-dugaan jatuhnya pesawat bisa saja terjadi, tetapi kita masih menunggu tim investgasi yang sudah mulai dibentuk hari ini,” tegasnya.

Sementara Sekda Jayawijaya, Yohanis Walilo mewakili pemerintah daerah mengaku prihatin dan menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya atas insiden jatuhnya pesawat Hercules.

“TNI khususnya TNI AU cukup membantu Kabupaten Jayawijaya dalam mengangkut semua logistik untuk kebutuhan masyarakat di pegunungan ini. Ini kecelakaan yang tidak pernah kita duga, oleh karena itu kita merelakan ini karena semua ini merupakan rencana Tuhan,” ungkap Sekda.

Kasdam XVII/Cenderawasih, Brigjen TNI Herman Asaribab menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu proses evakuasi korban dari lokasi kejadian.(*)

Sebelumnya

Mama-mama pedagang Pasar Moanemani: Pelatihan jangan hanya sekali

Selanjutnya

Di Wamena 150 orang ditangkap, aparat gabungan keluarkan tembakan peringatan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Tinggalkan Komentar :

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua