Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Satu massa aksi 19 Desember yang ditangkap alami patah tulang
  • Selasa, 20 Desember 2016 — 13:08
  • 980x views

Satu massa aksi 19 Desember yang ditangkap alami patah tulang

Mengenai massa aksi yang diamankan di Polres Jayapura Kota kata Kadepa, ia telah berkomunikasi dengan Kapolres setempat, AKBP Tober Masiron Sirait. Menurutnya, yang bersangkutan mengatakan, salah satu dari massa aksi yang ditangkap dan mengalami patah tulang telah dikeluarkan.
Polisi menghadang massa aksi di kompleks Eksp, Waena, Jayapura - Jubi/Zely Ariane
Arjuna Pademme
harjuna@tabloidjubi.com
Editor : Kyoshi Rasiey

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Legislator Papua, Laurenzus Kadepa meminta aparat kepolisian di jajaran Polda Papua membebaskan massa aksi 19 Desember 2016 yang ditangkap di berbagai daerah di Papua.

Politisi Partai NasDem itu mengatakan, penangkapan massa aksi terjadi disejumlah wilayah. Tak hanya di Kota Jayapura, namun juga Nabire, Wamena, Kabupaten Jayawijaya bahkan sejumlah daerah di luar Papua.

“Saya tidak bermaksud mengintervensi tugas kepolisian, namun saya sebagai wakil rakyat harus bersuara terhadap apa yang dialami rakyat saya. Harap segera bebaskan semua massa aksi jika masih ada yang ditahan hingga kini di seluruh wilayah hokum Polda Papua,” kata Kadepa via teleponnya kepada Jubi, Senin (19/12/2016) malam.

Mengenai massa aksi yang diamankan di Polres Jayapura Kota kata Kadepa, ia telah berkomunikasi dengan Kapolres setempat, AKBP Tober Masiron Sirait. Menurutnya, yang bersangkutan mengatakan, salah satu dari massa aksi yang ditangkap dan mengalami patah tulang telah dikeluarkan.

“Kapolres Jayapura Kota menyatakan dia ke rumah sakit mengantar yang mengalami patah tulang itu untuk mendapat perawatan. Beberapa lainnya masih didalami. Beliau juga menyatakan mengamankan beberapa alat bukti di unit enam Rusunawa, Perumanas III Waena, Kota Jayapura. Kapolres mengaku jika tidak ada keterkaitan akan dipulangkan, Selasa (20/12/2016),” ucapnya.

Kapolresta Jayapura Kota, AKBP Marison Tober Sirait via pesan singkatnya kepada Jubi menyatakan tak benar jika ada informasi yang menyebut ada massa aksi yang koma akibat terkena pukulan ketika akan diamankan.

“Tidak ada yang koma. Sakit ditangannya. Kami sudah obati di rumah sakit,” kata Tober membalas pesan singkat Jubi, Senin (19/12/2016) malam.

Hanya saja mantan Kapolres Keerom itu tak menjawab pertanyaan Jubi terkait berapa banyak lagi massa aksi yang kini diamankan di Polresta setempat untuk menjalani pemeriksaan.

Informasi yang diperoleh Jubi, pada peringatan Hari Trikora, 19 Desember di berbagai wilayah di Papua diwarnai serangkaian penangkapan oleh aparat kepolisian. Di Wamena, dilaporkan kurang lebih 30 orang aktivis KNPB ditangkap ketika polisi melakukan penyisiran disejumlah titik hingga ke Sekretariat KNPB setempat, Minggu malam (18/12/2016) dan ketika aksi, Senin (19/12/2016). Di Nabire, dilaporkan kurang lebih 35 orang massa KNPB ditangkap kepolisian setempat. Sementara di Kota Jayapura, aksi massa di Ekspo, Waena dibubarkan paksa polisi. Informasi sebanyak tujuh orang ditangkap polisi.

Sementara Kapolres Jayawijaya, AKBP Yan Pieter Reba menyatakan, anak-anak dan mereka yang diamankan, Minggu (18/12/2016) malam telah dipulangkangkan. Yang diamankan, Senin (19/12/2016) kini masih menjalani pemeriksaan. (*) 

loading...

Sebelumnya

Protes Hari Trikora, 405 orang ditangkap di empat wilayah Papua

Selanjutnya

Penangkapan 19 Desember, dua orang terancam pidana 20 tahun

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe