Festival Film Papua
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
  1. Home
  2. Nasional & Internasional
  3. Pembubaran aksi 19 Desember, Rezim Jokowi-JK seperti Orde Baru
  • Rabu, 21 Desember 2016 — 07:21
  • 1364x views

Pembubaran aksi 19 Desember, Rezim Jokowi-JK seperti Orde Baru

“Adanya pembubaran aksi damai oleh aparat Kepolisian kembali menambah data kasus tindakan kesewenang-wenangan aparat Kepolisian,” ujar Pambudi melalui rilis yang diterima Jubi, Selasa (20/12/2016).
Mahasiswa Papua dan solidaritas di Yogyakarta dibubarkan dan ditangkap saat lakukan aksi damai memprotes Peristiwa Trikora 19 Desember 2016 – Dok. LBH Yogyakarta
Zely Ariane
zely.ariane@tabloidjubi.com
Editor : Kyoshi Rasiey

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Jayapura, Jubi -  Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia (PBHI) Yogyakarta mengecam tindakan aparat kepolisian Yogyakarta yang membubarkan, memukul dan menangkap massa aksi mahasiswa Papua di Yogyakarta, Senin lalu (19/12) . Tindakan tersebut sekali lagi menunjukkan kesewenangan aparat keamanan seperti di masa Orde Baru.

Dalam aksi tersebut 34 Orang telah ditangkap dan dibawa ke Polresta Yogyakarta. Massa aksi juga mengalami kekerasan dalam bentuk pemukulan dan pemaksaan.

Atas tindakan tersebut, Adnan Pambudi, Direktur PBHI Yoyakarta mengatakan peristiwa tersebut menambah catatan kesewenangan aparat di Yogyakarta.

“Adanya pembubaran aksi damai oleh aparat Kepolisian kembali menambah data kasus tindakan kesewenang-wenangan aparat Kepolisian,” ujar Pambudi melalui rilis yang diterima Jubi, Selasa (20/12/2016).

Dia juga menilai tindakan tersebut  terlalu berlebihan dan diskriminatif terhadap orang-orang Papua, sekaligus membahayakan demokrasi Indonesia.

“Ini membahayakan ruang demokrasi, ketika aksi menyampaikan pendapat kerap kali ditangkap dan dibubarkan maka Rezim Jokowi – JK tidak ubahnya seperti Orde Baru,” kata dia.

Terpisah, dilansir ekspresi online (20/12) AKP Mohammad Kasim Akbar Bantilan, selaku Kasatreskrim Polresta Yogyakarta, menyatakan bahwa massa aksi tidak mempunyai izin. “Sementara perbuatan mereka itu mengganggu ketertiban umum,” terangnya. Selain itu, menurut Akbar, proses penangkapan massa aksi tidak menggunakan kekerasan, “Kalau untuk kekerasan saya jamin tidak ada. Mereka semua itu aman, tidak diapa-apain,” jelasnya.

Hal itu dibantah oleh Mikael Kudiai, Sekretaris Jenderal Aliansi Mahasiswa Papua Yogyakarta. Menurutnya, surat pemberitahuan aksi sudah dikirimkan namun sengaja dipersulit.

Selain itu, dalam proses penangkapan massa aksi ditendang, diteriaki, dan dipukuli oleh aparat berseragam dan intelijen. “Mereka bohong, kami dipukuli pakai pentungan saat kami dipaksa naik ke truk polisi. Beberapa kali pemukulan dan intimidasi kepada kami, baik saat kami mau ditangkap maupun ketika di dalam ruang Polresta,” tegas Mikael.(*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Jokowi didesak lindungi hak-hak demonstran, aktivis, dan jurnalis di Papua

Selanjutnya

Terkait status ULMWP, MSG masih bahas pedoman keanggotaan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua