Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Kapolda Papua minta Manibor hargai putusan MA
  • Kamis, 22 Desember 2016 — 08:17
  • 2057x views

Kapolda Papua minta Manibor hargai putusan MA

Menurutnya, undang-undang kini mengatur siapapun narapidana (napi) yang telah menyelesaikan proses hukumnya, ketika akan mencalonkan diri sebaga kepala daerah/wakil kepala daerah mengumumkan ke publik bahwa ia mantan napi yang telah selesai menjalani proses hukuman dan siap untuk maju.
Kapolda Papua, Irjenpol. Paulus Waterpauw - Dok. Jubi
Arjuna Pademme
Editor : Kyoshi Rasiey

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Kapolda Papua, Inspektur Jenderal (Pol) Paulus Waterpauw meminta calon bupati (cabup) Sarmi, Mesak Manibor menghargai putusan hukum Mahkamah Agung (MA) yang mengabulkan kasasi Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua terkait vonis bebas Mesak Manibor oleh Pengadilan Tipikor Jayapura dalam kasus dugaan korupsi APBD Sarmi 2012-2014 senilai Rp4,5 miliar, 4 April 2016 lalu. 

Kapolda Waterpauw mengatakan, ia telah bertemu Mesak Manibor dan menjelaskan kepada yang bersangkutan jika ini adalah sebuah proses hukum negara sehingga harus legowo dan menerima seandainya nanti ia didiskualifikasi oleh KPUD.

"Saya minta ia bicara juga kepada semua pendukung dan tim suksesnya. Memang pasti ada kekecewaan, kemarah, ketidak puasan dan lain-lain. Tapi saya pikir dengan kedewasaan seorang pemimpin ini bukanlah akhir. Jalani saja dulu dan suatu saat dia bisa mencalonkan diri lagi," kata Waterpauw, Rabu (21/12/2016).

Menurutnya, undang-undang kini mengatur siapapun narapidana (napi) yang telah menyelesaikan proses hukumnya, ketika akan mencalonkan diri sebaga kepala daerah/wakil kepala daerah mengumumkan ke publik bahwa ia mantan napi yang telah selesai menjalani proses hukuman dan siap untuk maju.

"Itukan boleh. Jadi bukan akhir dari segala-galanya. Saya lihat sebagai anak Sarmi yang berpotensi dia terima. Mudah-mudahan nanti dicari penggantinya dan dia juga sebagai ketua Partai Golkar di Sarmi punya kewenangan menunjuk siapa yang menggantikannya bersama tiga parpol pengusung lain yakni PAN, Gerindra dan PKPI," ucapnya.

Katanya, mengenai proses hukum Mesak Manibor kedepan, merupakan kewenangan kejaksaan. Selain itu, karena sudah memiliki putusan hukum tetap, tugas KPUD Sarmi membuat yang bersangkutan tak memenuhi syarat.

"Administrasinya sudah jelas dan diberikan waktu sepekan. Nanti yang memutuskan KPUD Sarmi. Saya sudah sarankan agar mengundang semua pihak. Termasuk yang bersangkutan dengan parpol pendukung dan tim pengusungnya biar semua jelas disampaikan. Semoga semua berjalan dengan baik," katanya.

April lalu, Pengadilan Tipikor Jayapura menvonis bebas Mesak Manibor. Kejati Papua kemudian mengajukan kasasi ke MA. Pada 19 Oktober 2016, MA mengabulkan kasasi Kejati Papua dan mengeluarkan surat putusan yang menjatuhkan hukuman 2,6 tahun penjara terhadap Mesak Manibor. (*) 

loading...

Sebelumnya

Legislator berharap rekrutmen anggota MRP segera rampung

Selanjutnya

Remisi terhadap napi di Papua jangan pilih kasih

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe