Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Lingkungan
  3. Tiga kawasan konservasi di Merauke terancam
  • Kamis, 22 September 2016 — 04:33
  • 1896x views

Tiga kawasan konservasi di Merauke terancam

Dengan pengelolaan hutan konservasi secara baik, katanya, maka tidak akan mengganggu juga kehidupan masyarakat setempat yang tinggal di dalam. Selain itu, ketika masyarakat akan melakukan suatu kegiatan, harus secara bersama-sama.
Workshop yang diselenggarakan WWF di Hotel Megaria yang dihadiri utusan dari pemerintah serta beberapa komponen lain. Jubi/Frans L Kobun
Ans K
frans@tabloidjubi.com
Editor : Angela Flassy

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1,

Merauke, Jubi – World Wildlife Fund (WWF) Wilayah Selatan Papua menggelar workshop untuk menindaklanjuti hasil kajian dan penelitian yang dilakukan di Taman Nasional (TN) Wasur serta cagar alam di Bupul beberapa bulan lalu dengan melibatkan masyarakat. Dari hasil penelitian, tiga kawasan termasuk di Bian, menjadi daerah konservasi. Hanya saja, menjadi ancaman, lantaran di sekeliling, hutan dibabat untuk kegiatan perkebunan.

Direktur WWF Wilayah Selatan Papua, Paschalina Rahawarin kepada wartawan di sela-sela kegiatan di Megaria Hotel Rabu (21/9/2016) mengungkapkan, tiga kawasan tersebut, menjadi tempat jelajah bagi satwa dan tak boleh dirusak.

Dalam workshop itu, lanjut dia, akan didiskusikan bersama dengan semua pihak yang terlibat agar dapat memberikan solusi tentang pengelolaan hutan konservasi ke depan lebih baik, sekaligus tetap dilindungi. Jadi, pengelolaan dilakukan secara berkelanjutan.

Dengan pengelolaan hutan konservasi secara baik, katanya, maka tidak akan mengganggu juga kehidupan masyarakat setempat yang tinggal di dalam. Selain itu, ketika masyarakat akan melakukan suatu kegiatan,  harus secara bersama-sama.

“Memang hutan masyarakat harus tetap dilindungi dan dijaga. Karena kehidupan mereka yang adalah orang asli Papua, masih menggantungkan hidup dengan mencari makanan dalam hutan,” katanya.

Asisten III Setda Merauke, Urbanus Kaize dalam kesempatan itu, meminta WWF harus terus melakukan pendampingan terhadap masyarakat, agar hutan mereka tetap dilindungi dan tidak digusur untuk kegiatan investasi.

“Tidak semua wilayah diizinkan pemerintah untuk kegiatan investasi. Hanya daerah-daerah tertentu. Sebagian besar hutan masih utuh dan tetap terjaga sampai sekarang. Karena merupakan tempat  mencari makan bagi warga,” tuturnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Kebun sawit dibuka, air tercemar, ikan pun mati

Selanjutnya

YM2P target tanam 15.000 anakan ‘mange-mange’ di Kota Sorong

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe