Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Lapago
  3. KNPB Balim: Polisi langgar prosedur
  • Kamis, 22 Desember 2016 — 19:56
  • 1288x views

KNPB Balim: Polisi langgar prosedur

“Setiap titik kami ada kontrol semua tidak ada yang bawa alat tajam. Jadi kalau Polisi bilang ditangkap karena ada bawa alat budaya itu keliru,” tegasnya kepada wartawan di sekretariat KNPB Balim di Wamena, Rabu (21/12/2016).
Penghadangan yang dilakukan Polisi terhadap massa aksi 19 Desember 2016 di Distrik Wouma-Jubi/Islami
Islami Adisubrata
islami@tabloidjubi.com
Editor : Zely Ariane

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Wamena, Jubi – Komite Nasional Papua Barat (KNPB) wilayah Balim menilai pembubaran dan penangkapan yang dilakukan aparat keamanan kepada ratusan massa aksi 19 Desember 2016 lalu tidak sesuai prosedur.

Juru bicara KNPB Balim, Heri Kosay mengungkap tuduhan Kepolisian menangkap massa aksi yang dituduh membawa anak panah dan tombak menurutnya sama sekali tidak benar. Menurut Hery tidak ada masyarakat yang membawa panah dan tombak pada saat aksi, sekalipun itu merupakan alat budaya mereka.

“Setiap titik kami ada kontrol semua tidak ada yang bawa alat tajam. Jadi kalau Polisi bilang ditangkap karena ada bawa alat budaya itu keliru,” tegasnya kepada wartawan di sekretariat KNPB Balim di Wamena, Rabu (21/12/2016).

Koordinator lapangan aksi 19 Desember 2016, Yan Wamu menambahkan bahwa pembubaran serta penangkapan oleh pihak kepolisian bahkan dilakukan tanggal 18 Desember malam sebelum aksi demo dilakukan, termasuk melakukan penyisiran dan penangkapan secara tidak manusiawi.

Menurutnya secara tidak langsung pihak aparat memiliki rencana untuk menghalangi kegiatan demo damai KNPB serta ibadah bersama.

“Kalau mereka bilang kami dibubarkan dan dihalangi karena membawa alat tajam itupun tidak masuk akal, karena tanggal 18 malam pukul 21.30 WIT saja mereka sudah melakukan penangkapan dan tidak melalui proses hukum atau prosedur, juga tidak ada surat perintah penangkapan,” kata Yan Wamu.

Menurut Wamu ada tiga tempat penangkapan pada 18 Desember malam, yakni di sekretariat KNPB wilayah Balim, Dewan adat wilayah Lapago dan Dewan Adat wilayah Hubula.

Pada pembubaran paksa tersebut menurutnya juga terjadi pemukulan dan hal-hal kekerasan lainnya, dan pihaknya kini tengah melakukan pengumpulan data korban dan nantinya akan disampaikan kepada penggiat HAM dan juga lembaga bantuan hukum lainnya.

Terpisah Kapolres Jayawiajya, AKBP Yan Reba mengaku pembubaran massa yang dimediasi KNPB saat itu sudah sesuai protap pembubaran massa.

Menurutnya, jika ada yang salah dalam pembubaran tersebut dirinya siap bertanggungjawab dan menjatuhkan hukuman kepada personil yang melakukan pelanggaran.

“Memang di beberapa titik kami melakukan pembubaran, ada prosedur terkait tata cara penanggulangan massa, dengan cara persuasif. Di titik lain yang berkumpul di Wesaput dan Hom-Hom kita minta pembubaran mereka ikuti, tetapi di Sinakma itu kita suruh bubar malah dia bertahan dan menantang petugas, dan pada saat intruksi pembubaran itu tidak diindahkan lagi kami langsung melakukan tindakan tegas,” ungkap Kapolres. (*) 

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Distrik Bina tak memiliki guru, anak-anak tak bersekolah

Selanjutnya

Mau batasi KNPB, cabut dulu UU No. 9/1998

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe