Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Jayapura Membangun
  3. Adat jangan dijadikan komoditas politik
  • Jumat, 23 Desember 2016 — 11:07
  • 928x views

Adat jangan dijadikan komoditas politik

“Bukan (adat) dalam situasi politik yang saat ini sedang dilaksanakan,” katanya dalam tatap muka dengan sembilan Dewan Adat Suku (DAS) Kabupaten Jayapura di Sentani, Kamis (22/12/2016).
Bupati Jayapura nonaktif, Mathius Awoitauw bersama Ketua Dewan Adat Suku Kabupaten Jayapura, Demas Tokoro – Jubi/Engel Wally
Engelbert Wally
engellenny2509@gmail.com
Editor : Timoteus Marten

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Sentani, Jubi – Bupati Jayapura nonaktif, Mathius Awoitauw mengatakan adat dan masyarakat adat hendaknya jangan dibawa ke ranah politik untuk kepentingan pemilihan kepala daerah (pilkada), Februari 2017.

Menurut Mathius kebangkitan masyarakat adat yang dibicarakan saat ini bukan hal baru, tetapi sejak tiga tahun lalu.

“Bukan (adat) dalam situasi politik yang saat ini sedang dilaksanakan,” katanya dalam tatap muka dengan sembilan Dewan Adat Suku (DAS) Kabupaten Jayapura di Sentani, Kamis (22/12/2016).

Kata Mathius, adat juga bisa marah kalau disalahgunakan untuk kepentingan sekolompok orang atau organisasi.

Perjuangan untuk mengembalikan hak-hak dasar masyarakat adat sebagai pemilik hak atas tanah, hutan, air dan wilayah sudah diperjuangkan sebelum pencetusan kebangkitan masyarakat adat di daerah ini. Oleh sebab itu, dirinya meminta agar persoalan adat tidak boleh dibawa ke ranah politik.

Koordinator Dewan Adat Suku Kabupaten Jayapura, Daniel Toto mengatakan, kebangkitan masyarakat adat di daerah ini dilakukan atas perintah undang-undang yang bemuara kepada kepentingan dan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, adat sebagai jati diri setiap anak bangsa sudah ada secara turun-temurun. Hanya saja dibiarkan tanpa ada perhatian serius dari pemerintah.

“Sekarang hal ini sudah dikembalikan lagi kepada pemiliknya, yaitu masyarakat adat itu sendiri. Ini berdasarkan perintah undang-undang yang lebih tinggi di negara ini. Adat dikembalikan dengan tujuan untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Natal Gapensi Jayapura, umat diajak refleksi

Selanjutnya

Minol tak pengaruhi PAD Kabupaten Jayapura

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe