Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Sulawesi
  3. Petani Sulut gunakan pestisida berlebihan
  • Jumat, 23 Desember 2016 — 14:20
  • 2089x views

Petani Sulut gunakan pestisida berlebihan

Para petani di Sulawesi Utara menggunakan pestisida secara berlebihan untuk membunuh hama tanaman. Padahal, pestisida sangat berbahaya untuk lingkungan dan mengancam kesehatan manusia yang mengonsumsinya.
Ilustrasi. Para petani di Sulawesi Utara menggunakan pestisida berlebihan. –tempo.co
ANTARA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Lina Nursanty

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Palu, Jubi – Para petani di Sulawesi Utara menggunakan pestisida secara berlebihan untuk membunuh hama tanaman. Padahal, pestisida sangat berbahaya untuk lingkungan dan mengancam kesehatan manusia yang mengonsumsinya.

Peneliti Universitas Alkhairaat (Unisa), Dr. Kasman Jaya Saad memaparkan hasil penelitiannya di Palu pada Jumat (23/12/2016). Penelitian yang dilakukan di wilayah perkebunan Kabupaten Sigi itu sangat mengejutkan karena rata-rata petani menggunakan pestisida secara berlebihan.

Penelitian itu dilakukan Kasman bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Unisa untuk mengetahui kualitas produksi sayur dan buah-buahan di wilayah Kota Palu dan Kabupaten Sigi.

Menurut Kasman, para petani sangat bergantung pada pestisida untuk membunuh hama tanaman. Sementara kata dia, pestisida itu sendiri sangat berbahaya untuk lingkungan dan mengancam kesehatan manusia yang mengkonsumsinya.

"Berdasarkan pendapat dr. Novie H, pestisida menyebabkan terjadinya kerusakan sistim saraf, peningkatan risiko kanker, gangguan reproduksi dan terjadinya kerusakan genetik," ujar Kasman.

Mahasiswa Fakultas Pertanian Unisa, Attahira H Basira Ayub juga mengungkapkan hasil penelitiannya pada petani sayur di Kecamatan Tatanga. Menurutnya, 100 persen petani itu menggunakan pestisida dengan kadar yang berlebihan.

Salah seorang dosen Fakultas Pertanian lainnya juga mengaku pernah melakuan survei di Kota Palu. Menurutnya, sayuran dan buah yang dikirim ke daerah-daerah, bukan hanya disemprot pestisida, tetapi direndam secara langsung dalam cairan bahan kimia itu. Selain itu juga menggunakan formalin sebagai pengawet.

Meski hasilnya cukup mengerikan, namun hasil penelitian harus dipublikasikan agar masyarakat bisa lebih hati-hati. Ketua LP2M Unisa, Dr. Aris Aksarah Pas mengatakan, publikasi hasil penelitian merupakan keharusan bagi para dosen pada semua perguruan tinggi.

Rektor Unisa, Dr. H. Hamdan Rampadio mengatakan, saat ini kampus Unisa berada pada kualifikasi bidang penelitian di kelas madya. Dari sekian banyak perguruan tinggi swasta dibawah naungan Kopertis Wilayah IX Sulawesi, hanya ada lima yang masuk dalam kualifikasi madya tersebut, salah satunya adalah Unisa. (*)

loading...

Sebelumnya

BI Sulbar siapkan dana segar Rp19 Miliar

Selanjutnya

Walikota Makassar siap fasilitasi gugatan masyarakat terhadap PLN

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe