Festival Film Papua
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
  1. Home
  2. Lapago
  3. Harga garam di Mamit, Tolikara Rp.30 ribu perbungkus 250 gram
  • Selasa, 27 Desember 2016 — 08:58
  • 1906x views

Harga garam di Mamit, Tolikara Rp.30 ribu perbungkus 250 gram

“Gula satu kilo 50 ribu. Beras 80 ribu perkilo. Itu harga saat ini. Mungkin habis tahun baru ini sudah naik lagi,” lanjut Lenius.
Ilustrasi panen garam - poskotanews.com
Victor Mambor
victor_mambor@tabloidjubi.com
Editor :

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Jayapura, Jubi –  Satu dari sekian penyakit yang sering terjadi di wilayah pegunungan adalah penyakit gondok, karena biasanya air minum penduduk di pegunungan sangat sedikit mengandung yodium. Itulah sebabnya, penduduk di pegunungan disarankan mengkonsumsi garam beryodium untuk memenuhi kebutuhan tubuh akan yodium.

Namun di pegunungan Papua, harga garam sangat mencekik leher. Harganya 10 kali lipat dari harga garam di Jayapura dan 60 kali lipat dari harga di Jawa.

“Garam di sini (Mamit) harganya 30 ribu perbungkus (250 gram). Kita sulit beli garam karena harganya mahal sekali,” ujar seorang warga Mamit, Lenius kepada Jubi, Selasa (27/12/2016).

Menurutnya, mahalnya harga garam itu karena semua bahan pokok harus dibawa ke Tolikara dengan pesawat udara.

“Gula satu kilo 50 ribu. Beras 80 ribu perkilo. Itu harga saat ini. Mungkin habis tahun baru ini sudah naik lagi,” lanjut Lenius.

Meski jalur darat telah mengubungkan beberapa distrik di Kabupaten Tolikara dengan ibukota Karubaga, Lenius mengatakan harga bahan pokok tidak turun, melainkan naik terus.

“Tidak tau, bagaimana pedagang dan pemerintah atur harga ini. Jalan darat sudah ada tapi harga bahan pokok naik terus, bukan turun,” ujar Lenius.

Sebagai perbandingan, di Jawa, harga garam beryodium Rp.2000 per kilogram. Di Padang garam lokal 200 gram hanya Rp1.000. Kadangkala diobral di pasar Rp500. Sedangkan di Jayapura, harga garam 250 gram berkisar Rp.3000-Rp.5000.

Dalam kampanye pilkada pekan lalu, Bupati non aktif Usman Wanimbo mengakui masyarakat mengalami kesulitan untuk mendatangkan kebutuhan bahan pengobatan di sejumlah Puskesmas di sejumlah distrik di daerah Kembu,dan bahan pengajaran pendidikan di sekolah - sekolah, serta kebutuhan rumah tangga seperti garam, vetsin dan lain sebagainya karena semuanya diangkut dengan pesawat udara dengan biaya tinggi.

“Namun dengan dibangunnya jalan dan jembatan dari Karubaga ibu kota Kabupaten Tolikara menuju ke Kembu, tingkat kesulitan yang dialami warga Kembu sedikit demi sedikit sudah teratasi dengan baik. Karena itu saya bersama Gubernur akan terus meningkatkan pembangunan di daerah Kembu,” kata Usman Wanimbo.    (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Mau batasi KNPB, cabut dulu UU No. 9/1998

Selanjutnya

Harga gila-gilaan di Sinak, air mineral Rp25 ribu per botol

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua