Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Polhukam
  3. Lewat Natal, Ketua Komisi I ajak masyarakat tak terpecah karena politik
  • Rabu, 28 Desember 2016 — 17:25
  • 2229x views

Lewat Natal, Ketua Komisi I ajak masyarakat tak terpecah karena politik

"Berbeda pandangan dan pilihan politik merupakan hak setiap warga negara. Tapi itu tidak harus menjadikan kita tak akur. Meski berbeda pandangan dan pilihan politik, kita harus tetap bergandeng tangan. Menjaga keamanan, kenyamanan di masyarakat," kata Elvis.
Ketua Komisi I DPR Papua, Elvis Tabuni ketika bersama-sama masyarakat melakukan bakar batu untuk perayaan Natal, pekan lalu - Jubi/Arjuna
Arjuna Pademme
Editor : Kyoshi Rasiey
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Lewat perayaan Natal dan barapen (bakar batu) bersama masyarakat di kediamannya, di Tanah Hitam, Kota Jayapura pekan lalu, Ketua Komisi I DPR Papua, komisi yang membidangi Pemerintahan, Politik, Hukum dan HAM, Elvis Tabuni mengajak masyarakat tetap bergandeng tangan dan tak terpecah karena situasi politik.

Elvis mengatakan, 2017 mendatang merupakan tahun politik. Ditahun itu 11 daerah di Papua, termasuk Kota Jayapura akan melaksanakan Pilkada serentak. Pada 2018 akan dilaksanakan pemilihan gubernur (pilgub) dan 2019 pemilihan presiden (pilpres) serta pemilihan legislatif (pileg).

"Berbeda pandangan dan pilihan politik merupakan hak setiap warga negara. Tapi itu tidak harus menjadikan kita tak akur. Meski berbeda pandangan dan pilihan politik, kita harus tetap bergandeng tangan. Menjaga keamanan, kenyamanan di masyarakat," kata Elvis.

Menurutnya, Papua harus menjadi zona damai lebih khusus Kota Jayapura lantaran ibu kota Provinsi Papua itu merupakan barometer. Persatuan dan kesatuan antar masyarakat harus terus terjaga tanpa memandang suku, agama dan ras.

"Kita perlu bersama-sama menjaga citra baik Papua umumnya, Kota Jayapura khususnya. Untuk itu saya mencoba mempersatukan semua unsur masyarakat melalui ibadah Natal bersama dengan thema, Jadilah Terang dan Garam Dunia," katanya.

Ia berharap, kedepan, masyarakat Papua, khususnya di Kota Jayapura tetap bersatu. Tak hanya masyarakat, namun juga mahasiswa dan pelajar pegunungan tengah Papua yang ada di setiap kota studi.

Salah satu warga yang turut hadir dalam perayaan Natal itu, Ibrahim mengatakan, sejak dulu, toleransi antar umat beragama di Papua sudah terjalin dengan baik.

"Berbagai dinamika yang terjadi di daerah lain tak berdampak di Papua. Di Papua, kita selalu hidup berdampingan. Tak memandang suku, agama dan ras," ucapnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Pembentukan DOB Sinak butuh waktu

Selanjutnya

Sidang kasus KPU Kota Jayapura, KPU Provinsi minta KPU Kota tarik kasasi

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6216x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5792x views
Polhukam |— Kamis, 20 September 2018 WP | 3973x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe