PapuaMart
close
Banner iklan disini
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Infrastruktur
  3. Kabel optik putus lagi, Telkom diduga pakai barang murahan
  • Jumat, 30 Desember 2016 — 16:41
  • 5834x views

Kabel optik putus lagi, Telkom diduga pakai barang murahan

Warga yang mengaku bekerja pada salah satu perusahaan telekomunikasi di Jayapura ini mengatakan perusahaan tempat dia bekerja pernah mengajukan permohonan untuk membuka layanan 3G seperti Telkomsel tapi pemerintah memberikan syarat perusahaannya harus menggunakan barang buatan Jerman yang harganya empat kali lipat dari barang yang dipakai saat ini oleh Telkom
Jaringan kabel optik di Indonesia - IST
Admin Jubi
redaksionline@tabloidjubi.com
Editor : Kyoshi Rasiey

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Manajemen PT Telkom Witel Papua mengatakan kabel optik "Sulawesi Maluku Papua Cable system" (SMPCS) kembali putus karena sebab yang belum diketahui.

"Secara resmi kita belum ada informasi karena belum ada investigasi lebih lanjut. Tapi informasi awal SMPCS putus di 9,7 km dari terminal landing station base-G pada pukul 05.00 WIT," kata Plh. General Manager Telkom Witel Papua Herdian Ari Aviansyah di Jayapura, Kamis (29/12/2016), dikutip Antara.

Seorang warga kota Jayapura, terkait kabel optik yang sudah putus lima kali sejak tahun 2015 menduga Telkom menggunakan bahan optik murahan yang dibeli dari China. Warga yang mengaku bekerja pada salah satu perusahaan telekomunikasi di Jayapura ini mengatakan perusahaan tempat dia bekerja pernah mengajukan permohonan untuk membuka layanan 3G seperti Telkomsel tapi pemerintah memberikan syarat perusahaannya harus menggunakan sarana penunjang 3G buatan Jerman yang harganya empat kali lipat dari barang yang dipakai saat ini oleh Telkom.

"Untuk menjalankan layanan 3G Telkom diizinkan membeli barang (sarana penunjang 3G) dari China yang murah. Sedangkan kami diharuskan membeli barang buatan Jerman yang harganya empat kali lipat. Kita tahu sendiri, kualitas barang China. Saya duga, sering putus karena yang dipakai memang barang murahan," kata warga ini, Jumat (30/12/2016).

Terkait kerusakan optik ini, Herdian menjelaskan hingga kini pihaknya belum bisa memastikan penyebab dan waktu perbaikan kerusakan tersebut hingga ada hasil investigasi yang akan dilakukan oleh tim Telkom dari Jakarta.

"Kita belum bisa pastikan penyebabnya, tapi identifikasi awal ada kemungkinan dampak dari gempa di PNG beberapa hari lalu. Kami juga belum bisa dipastikan waktu perbaikannya," katanya.

Herdian pun mengungkapkan kini pihaknya sudah mulai mengaktifkan sistem jaringan cadangan yang menggunakan satelit dan radio IP.

"Sekarang yang sudah aktif dari satelit sudah aktif 200 mb untuk Telkom dan 300 mb Telkomsel. kami akan terus tingkatkan secara bertahap hingga 960 mb Telkomsel dan 650 mb telkom. kemudian dari radio IP kami ada kuota 400 mb," ujarnya lagi.

Putusnya kabel optik kali ini adalah yang kelima kalinya semenjak resmi dioperasikan di Jayapura oleh PT Telkom.

Titik putus kali ini persis dengan yang terjadi pada kerusakan keempat pada 17 Oktober 2016 putus yang disebabkan terjadinya gempa bumi di papua Nugini. Pada saat itu proses perbaikan selesai dilakukan pada 17 November 2016. (*)

Sebelumnya

PLN klaim listrik Jayapura tak akan mati lagi, betul kah?

Selanjutnya

Pusat diminta perhatikan lapter di Papua

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Tinggalkan Komentar :
Terkini
Stop Press

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua