Festival Film Papua
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Meepago
  3. Legislator: Perangkat desa di Mimika mengeluh dana desa dipotong
  • Jumat, 30 Desember 2016 — 11:51
  • 2274x views

Legislator: Perangkat desa di Mimika mengeluh dana desa dipotong

"Dari keluhan Ketua RT/RW di Mimika, pemotongan dana desa tersebut nominalnya bervariasi. Ada yang hingga Rp15 juta," kata Wilhelmus via teleponnya kepada Jubi, Jumat (30/12/2016).
Ilustrasi uang - Dok. Jubi
Arjuna Pademme
harjuna@tabloidjubi.com
Editor : Kyoshi Rasiey

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Wilhelmus Pigai, legislator Papua dari daerah pemilihan III diantaranya Mimika menyatakan, sejumlah perangkat desa di kabupaten itu mengeluh lantaran dana desa yang sampai kepada pihak desa tak utuh lagi.
Ia mengatakan, keluhan pemotongan dana desa itu disampaikan Ketua RT/RW di Mimika ketika anggota Komisi I DPR Papua tersebut menggelar pertemuan terkait pelayanan publik dengan perangkat desa di Kabupaten Mimika beberapa pekan lalu.

"Dari keluhan Ketua RT/RW di Mimika, pemotongan dana desa tersebut nominalnya bervariasi. Ada yang hingga Rp15 juta," kata Wilhelmus via teleponnya kepada Jubi, Jumat (30/12/2016).

Menurutnya, pemotongan dana desa seperti itu tak dibenarkan. Pemerintah desa harus menerima utuh dana tersebut sesuai nominal yang harus mereka dapatkan.

"Sebenarnya tidak boleh dilakukan pemotongan apapun alasannya. Termasuk untuk administrasi. Apalagi kalau pemotongannya nominalnya sampai puluhan juta," ucapnya.

Katanya, dana desa digelontorkan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Desa dengan tujuan membangun desa. Jangan ada oknum-oknum dibirokrasi yang memanfaatkan hal tersebut untuk keuntungan pribadi dari dana desa.

Hal yang sama dikatakan Wakil Ketua Komisi I DPR Papua bidang pemerintahan Orwan Tolli Wone. Menurutnya, perangkat desa justru harusnya diarahkan agar mempergunakan dana itu sebaik mungkin sesuai peruntukkannya.

"Jangan malah oknum-oknum diatas perangkat desa memanfaatkan adanya dana desa itu untuk mendapat keuntungan. Ini yang tidak benar," kata Orwan.

Untuk itu kata Orwan, pimpinan instansi terkait yang menangani dana desa harus memperketat pengawasan penyaluran dan menindak oknum-oknum jika ada yang berupaya mendapat keuntungan dari dana desa dengan berbagai alasan.

"Kalau pemotongannya dengan alasan administrasi dan masih dalam batas wajar, saya rasa itu bisa dipahami. Tapi kalau sudah sampai puluhan dan belasan juta, itu tak wajar. Perlu dipertanyakan," ucapnya. (*)

 

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Ruas jalan Ibumomaida tergenang air, lalu lintas macet

Selanjutnya

Dua paslon Pilkada Kabupaten Dogiai dinyatakan gugur

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe