close
Iklan Kominfo
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Saireri
  3. Petani OAP hasilkan 2 hingga 3 ton beras
  • Kamis, 05 Januari 2017 — 12:04
  • 796x views

Petani OAP hasilkan 2 hingga 3 ton beras

“Saya melanjutkan saja, kebetulan dari kecil selalu ikut bapak dan orang Jawa ke sawah,a saya sudah bisa taman sendiri,” tuturnya.
Petani OAP di Nabire - Jubi/Titus Ruban
Titus Ruban
Editor : Angela Flassy

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Nabire, Jubi – Yerri Adii, petani padi yang merupakan orang asli Papua (OAP) di Kampung Bumi Raya, Distrik Nabire Barat mengaku dalam sekali panen dirinya mendapatkan dua hingga tiga ton beras dari lahan seluas tiga per empat Hektare.

“Ya kadang turun dua tapi bisa naik menjadi tiga ton. Tergantung perawatan dan pupuk,” ujarnya saat ditemui Jubi, Rabu (4/1/2017).

Yerri berutur, lahannya merupakan warisan almarhum ayahnya yang menjadi transmigrasi lokal pada 1984.

“Saya melanjutkan saja, kebetulan dari kecil selalu ikut bapak dan orang Jawa ke sawah,a saya sudah  bisa taman sendiri,” tuturnya.

Tahun lalu, dirinya sudah beli tanah di belakang lahannya, sehingga kini total lahannya sudah menjadi satu hektar.

“Setelah panen ini saya akan garap lagi semua,” katanya.

Yerii mengaku saat ini sudah sangat terbantu dengan satu handtractor bantuan dari pemerintah. Sebab sebelumnya petani kebanyakan manual dengan mencangkul.

“Kalau tidak tanam padi terus mau mau makan apa. Tanam padi itu hanya dua kali setahun,” katanya.

Dia berharap petanu OAP lainnya jangan hanya menunggu bantuan pemerintah tetapi bersama sama berusaha bersaing dengan para petani lainnya bertani.

Seorang petani lainnya, Sumaji menambahkan Yerii adalah salah satu petani OAP yang berhasil.

“Kami satu kelompok dan saya tahu benar sepak terjangnya. Sebab petani itu tidak selamanya untung, namun beliau walaupun kadang modal lebih dari pendapatan tapi dia tidak pernah menyerah, tetap semangat,” katanya.(*)

loading...

Sebelumnya

Pedagang lebih suka jualan di luar pasar

Selanjutnya

Tahun baru, harga cabai di Nabire Rp10.000 per kilogram

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Dunia |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4915x views
Polhukam |— Minggu, 14 Oktober 2018 WP | 4251x views
Otonomi |— Rabu, 17 Oktober 2018 WP | 2483x views
Polhukam |— Selasa, 16 Oktober 2018 WP | 2432x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe