TUTUP
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Masyarakat Buti dingatkan tidak jual tanah lagi
  • Kamis, 05 Januari 2017 — 13:02
  • 810x views

Masyarakat Buti dingatkan tidak jual tanah lagi

Jika ada warga Marind-Buti menjual tanah, agar segera dilaporkan. Sehingga bisa diambil langkah cepat. “Saya anak asli Marind-Buti sehingga harus bersuara untuk kepentingan banyak orang,” tegasnya.
Hamparan di Buti yang masih kosong dan belum ada bangunan rumah mapun gedung - Jubi/Frans L Kobun
Ans K
[email protected]
Editor : Angela Flassy

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Merauke, Jubi - Masyarakat Marind-Buti dingatkan untuk tidak menjual tanah lagi di kawasan Buti dan sekitarnya. Karena sedang dilakukan pemetaan lokasi untuk dijadikan sebagai kampung adat.

Hal itu disampaikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke, Hendrikus Hengky Ndiken kepada Jubi Rabu (4/1/2017). “Ada beberapa kawasan atau lahan di Buti yang masih kosong dan belum ditempati. Olehnya, tak boleh dijual kepada siapapun. Karena sedang dalam pemetaan, apalagi Buti telah menjadi kampung sendiri,” katanya.

Jika ada warga Marind-Buti menjual tanah, agar segera dilaporkan. Sehingga bisa diambil langkah cepat. “Saya anak asli Marind-Buti sehingga harus bersuara untuk kepentingan banyak orang,” tegasnya.

Dijelaskan, setahun silam, Buti secara resmi telah menjadi kampung adat. Dengan demikian, harus memiliki kawasan yang nantinya dipersiapkan untuk pembangunan perumahan dan lain-lain.

“Kami sudah melakukan pertemuan beberapa waktu lalu dan masyarakat Marind-Buti telah bersepakat tak menjual tanah lagi. Ya, itu adalah komitmen bersama yang telah dibangun,” ungkapnya.

Lurah Samkai, Romanus Kahol mengakui  telah dilakukan pertemuan dan ada beberapa point kesepakatan dibangun. Salah satunya adalah tak boleh menjual tanah lagi.

“Saya kira apa yang disampaikan Pak Hengky Ndiken sangat tepat. Dimana, telah mengingatkan  orang Buti  tak boleh menjual tanah, karena akan dilakukan pemetaan kembali,” katanya. (*)

loading...

Sebelumnya

Masyarakat sepakat Ketua DPRD Merauke harga mati orang Marind

Selanjutnya

Pemberian marga pada orang non Marind, itu bentuk pelecehan terhadap adat

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Mamta |— Minggu, 10 Juni 2018 WP | 3059x views
Otonomi |— Minggu, 10 Juni 2018 WP | 2922x views
Pilkada Papua |— Selasa, 12 Juni 2018 WP | 2488x views
Anim Ha |— Selasa, 12 Juni 2018 WP | 2396x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat