Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Masyarakat Buti dingatkan tidak jual tanah lagi
  • Kamis, 05 Januari 2017 — 13:02
  • 637x views

Masyarakat Buti dingatkan tidak jual tanah lagi

Jika ada warga Marind-Buti menjual tanah, agar segera dilaporkan. Sehingga bisa diambil langkah cepat. “Saya anak asli Marind-Buti sehingga harus bersuara untuk kepentingan banyak orang,” tegasnya.
Hamparan di Buti yang masih kosong dan belum ada bangunan rumah mapun gedung - Jubi/Frans L Kobun
Ans K
frans@tabloidjubi.com
Editor : Angela Flassy

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Merauke, Jubi - Masyarakat Marind-Buti dingatkan untuk tidak menjual tanah lagi di kawasan Buti dan sekitarnya. Karena sedang dilakukan pemetaan lokasi untuk dijadikan sebagai kampung adat.

Hal itu disampaikan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke, Hendrikus Hengky Ndiken kepada Jubi Rabu (4/1/2017). “Ada beberapa kawasan atau lahan di Buti yang masih kosong dan belum ditempati. Olehnya, tak boleh dijual kepada siapapun. Karena sedang dalam pemetaan, apalagi Buti telah menjadi kampung sendiri,” katanya.

Jika ada warga Marind-Buti menjual tanah, agar segera dilaporkan. Sehingga bisa diambil langkah cepat. “Saya anak asli Marind-Buti sehingga harus bersuara untuk kepentingan banyak orang,” tegasnya.

Dijelaskan, setahun silam, Buti secara resmi telah menjadi kampung adat. Dengan demikian, harus memiliki kawasan yang nantinya dipersiapkan untuk pembangunan perumahan dan lain-lain.

“Kami sudah melakukan pertemuan beberapa waktu lalu dan masyarakat Marind-Buti telah bersepakat tak menjual tanah lagi. Ya, itu adalah komitmen bersama yang telah dibangun,” ungkapnya.

Lurah Samkai, Romanus Kahol mengakui  telah dilakukan pertemuan dan ada beberapa point kesepakatan dibangun. Salah satunya adalah tak boleh menjual tanah lagi.

“Saya kira apa yang disampaikan Pak Hengky Ndiken sangat tepat. Dimana, telah mengingatkan  orang Buti  tak boleh menjual tanah, karena akan dilakukan pemetaan kembali,” katanya. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Masyarakat sepakat Ketua DPRD Merauke harga mati orang Marind

Selanjutnya

Pemberian marga pada orang non Marind, itu bentuk pelecehan terhadap adat

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe