Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Pasifik
  3. Dua gereja perebutkan pemakaman jenazah korban kecelakaan bus
  • Kamis, 05 Januari 2017 — 13:35
  • 1676x views

Dua gereja perebutkan pemakaman jenazah korban kecelakaan bus

Para pemimpin dari dua gereja masyarakat Tonga di Auckland berdebat tentang siapa yang paling berhak untuk menggelar upacara pemakaman bagi korban ketiga yang tewas dalam sebuah kecelakaan bus di malam Natal lalu di Gisborne.
Upacara pemakaman Sione Taumololo dan Talita Fifita di gereja Metodis Tonga Grey Lynn. –RNZI
RNZI
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Lina Nursanty

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Auckland, Jubi – Para pemimpin dari dua gereja masyarakat Tonga di Auckland berdebat tentang siapa yang paling berhak untuk menggelar upacara pemakaman bagi korban ketiga yang tewas dalam sebuah kecelakaan bus di malam Natal lalu di Gisborne.

Kedua gereja yang berdebat tersebut yaitu gereja Free Wesleyan dan gereja Metodis Tonga Ponsonby. Menurut Ketua Badan Penasihat Masyarakat Tonga, Melino Maka, upacara pemakaman para korban seharusnya diselenggarakan oleh gereja Free Wesleyan.

Adapun jika pemakaman dilakukan oleh gereja Metodis Tonga Ponsonby, menurut Melino, hal itu tidak sesuai protokol. Sebab, rombongan bus merupakan bagian dari gereja Free Wesleyan, sementara gereja Metodis Tonga Ponsonby hanya bertindak sebagai sponsor kegiatan.

Bus yang nahas itu merupakan rombongan dari kelompok Mailefihi Siu’ilikutapu di Vava’u, Tonga. Mereka sedang dalam perjalanan menuju gereja Metodis Gisborne Wesleyan untuk tampil dalam malam perayaan Natal. Namun, bus tersebut mengalami kecelakaan di perjalanan, tepatnya di wilayah pedalaman Gisborne hingga menewaskan tiga orang.

Ketiga orang penumpang yang tewas tersebut, yaitu Sione Taumololo (11), Talita Fifita (33) dan Leotisia Malakai (55). Jenazah Sione dan Talita telah dimakamkan melalui upacara pemakaman yang dilakukan oleh gereja Metodis Tonga Ponsonby pada 29 Desember lalu.

Sementara, jenazah Leotisia belum dimakamkan hingga kini karena dua gereja masih berdebat mengenai siapa yang paling berhak menyelenggarakan upacara pemakaman Leotisia yang merupakan pemimpin kelompok tersebut.

Salah satu panitia perjalanan, Mele Suipi Fakatava-Latu, mengatakan bahwa Leotisia adalah seorang kepala tutor di sekolah tersebut. “Saat ini, kami sedang berunding dengan keluarga agar jenazah bisa dibawa ke Tonga,” ujarnya.

(*)

 

Sebelumnya

Empat tewas karena ikan beracun

Selanjutnya

500 warga Papua Nugini tergusur akibat banjir

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe