Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. UN ditiadakan, siswa tetap hadapi ujian akhir sekolah
  • Jumat, 06 Januari 2017 — 10:13
  • 724x views

UN ditiadakan, siswa tetap hadapi ujian akhir sekolah

"Kami tetap mempersiapkan peserta didik untuk mengikuti ujian, memang Ujian Nasional akan dimoratorium atau dihentikan untuk sementara, namun bukan berarti sudah tidak ada ujian lagi, tetap ada ujian akhir," katanya.
Pejabat Wali Kota Daniel Pahabol meninjau pelaksanaan Ujian Nasional ulangan, September 2016 -Jubi/Hengky
Roy Ratumakin
Editor : Syofiardi
LipSus
Features |
Senin, 23 April 2018 | 13:37 WP
Features |
Selasa, 17 April 2018 | 13:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Adanya wacana penghapusan Ujian Nasional (UN) untuk sementara pada 2017 dan masih menunggu intruksi presiden untuk penggantinya, bukan berarti ujian akhir di sekolah tidak ada.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Jayapura I Wayan Mudiyasa kepada Jubi melalui telepon Rabu (4/1/2017) mengatakan, pihaknya akan tetap mempersiapkan peserta didik di Kota Jayapura untuk tetap siap menghadapi Ujian Nasional.

"Kami tetap mempersiapkan peserta didik untuk mengikuti ujian, memang Ujian Nasional akan dimoratorium atau dihentikan untuk sementara, namun bukan berarti sudah tidak ada ujian lagi, tetap ada ujian akhir," katanya.

Mudiyasa mengatakan, untuk jenjang pendidikan SD, SMP, dan SMA/SMK sederajat atau kelas 6, 9, dan 12 masih ada ujian akhir. Namun bukan Ujian Nasional yang dilakukan serentak dan sama di seluruh Indonesia.Melainkan ujian dilakukan secara desentralisasi.

“Artinya, untuk jenjang sekolah SMA, SMK, dan sederajatnya merupakan wewenang provinsi yang menentukan ujiannya, sedangkan SD dan SMP ditentukan kabupaten atau kota, artinya ujian akhir di pulau Jawa akan berbeda dengan di Papua dan juga daerah lain,” ujarnya.

Disinggung nilai standar yang ditentukan Badan Standar Nasional dan Pendidikan (BSNP) Kemdikbud rata- rata 5,5 per mata pelajaran, Mudiyasa berharap harus menjadi perhatian kepala sekolah dan guru untuk mencapainya.

Dari tahun ke tahun, katanya, nilai rata-rata peserta didik per mata pelajaran berkisar dua hingga tiga per mata pelajaran. Terlebih setelah ujian berbasis komputer yang meminimalisir kecurangan.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy memastikan pemerintah akan menghapus sementara ujian nasional mulai 2017. UN akan diadakan kembali setelah fasilitas pendidikan di Indonesia merata. (*)

loading...

Sebelumnya

Ingin menjadi anggota Polri, Polda Papua siap membekali

Selanjutnya

UP2KP sukses tuntaskan 300 keluhan masyarakat

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Lembar Olahraga |— Minggu, 22 April 2018 WP | 9892x views
Berita Papua |— Jumat, 20 April 2018 WP | 3411x views
Pasifik |— Senin, 23 April 2018 WP | 2143x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe