Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Dunia
  3. Perlakuan rasis aparat keamanan AS, picu kerusuhan di Charlotte-AS
  • Kamis, 22 September 2016 — 18:44
  • 668x views

Perlakuan rasis aparat keamanan AS, picu kerusuhan di Charlotte-AS

Permasalahan ini dimulai saat sebuah kampanye yang berujung ricuh. Ratusan orang pendukung kampanye "Black Lives Matter" dan "Tidak ada keadilan, perdamaian (bagi orang kulit hitam)," bergerak melewati pusat kota dan sempat berhenti di gereja kulit hitam, markas polisi dan lokasi hiburan EpiCentre.
Ilustrasi aksi anti rasis Black Lives Matter membawa aspirasi protesnya ke Dewan Kota Charlotte, Carolina-AS, Senin (10/9/2016) - toplocalnow.com
ANTARA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Zely Ariane

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Charlotte, Carolina Utara, Jubi - Satu orang tertembak dan luka berat pada Rabu (21/9/2016) di hari kedua kerusuhan di Charlotte, Carolina Utara, Amerika Serikat saat polisi anti huru-hara menggunakan gas air mata dan peluru karet untuk membubarkan massa.

Titik pemicu kerusuhan adalah penembakan aparat terhadap keith Scott (pria kulit hitam 43 tahun), pada Selasa (20/9). Menurut kepolisian korban membawa senjata dan menolak perintah untuk menjatuhkan senjatanya. Keluarga dan seorang saksi penembakan itu menyatakan bahwa Scott memegang sebuah buku, bukan senjata.

Wali kota Carolina Utara menyatakan keadaan darurat dan mengerahkan Garda Nasional serta pasukan patroli jalan tol untuk membantu aparat di Charlotte.

Kepala polisi Charlotte, Kerr Putney, pada awalnya melaporkan bahwa satu orang yang tertembak dalam aksi protes itu tewas, namun para pejabat kota kemudian mengeluarkan pernyataan dalam akun Twitter bahwa korban masih dalam keadaan kritis.

"Kami mencoba untuk membubarkan massa. Kami sudah sangat sabar, namun sekarang mereka menjadi lebih agresif, melemparkan botol dan sebagainya ke arah aparat, jadi ini waktunya bagi kami untuk mengembalikan ketertiban,” kata Putney kepada Fox News.

Permasalahan ini dimulai saat sebuah kampanye yang berujung ricuh. Ratusan orang pendukung kampanye "Black Lives Matter" dan "Tidak ada keadilan, perdamaian (bagi orang kulit hitam)," bergerak melewati pusat kota dan sempat berhenti di gereja kulit hitam, markas polisi dan lokasi hiburan EpiCentre.

Saat mereka mencapai persimpangan utama Charlotte, massa dihadang sejumlah mobil patroli dan aparat di depan Hotel Omni Charlotte. Massa kemudian mengepung aparat dan kendaraan mereka.

Pihak kepolisian kemudian menembakkan sejumlah peluru karet, gas air mata dan granat cahaya untuk membubarkan massa, yang mulai melemparkan petasan dan puing-puing ke arah aparat di luar hotel.

Sebanyak 16 orang aparat terluka pada Selasa malam dan Rabu pagi saat polisi anti huru-hara bentrok dengan demonstran yang melemparkan bebatuan, membakar benda dan sempat menutup jalan tol antar negara bagian.

Kerusuhan Selasa di Charlotte terkuak saat massa di Tulsa, Oklahoma, menuntut penangkapan seorang aparat yang terlihat dalam rekaman minggu lalu menembak mati seorang pria berkulit hitam tak bersenjata.

Kematian itu merupakan insiden terbaru yang memicu pertanyaan terkait bias rasial aparat penegak hukum AS. (*)

loading...

Sebelumnya

Obama desak Israel akhiri pendudukan di Palestina

Selanjutnya

Obama sesalkan perluasan permukiman Israel, sambil tingkatkan bantuan militer

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Berita Papua |— Sabtu, 17 Februari 2018 WP | 2724x views
Anim Ha |— Sabtu, 10 Februari 2018 WP | 2555x views
Penkes |— Senin, 12 Februari 2018 WP | 2382x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe