Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Saireri
  3. Libur panjang, sampah menumpuk di beberapa pasar di Nabire
  • Jumat, 06 Januari 2017 — 10:06
  • 1064x views

Libur panjang, sampah menumpuk di beberapa pasar di Nabire

“Saya khawatir dan takut, sebab sampah yang dibuang sudah dekat dengan gardu. Kalau ada yang sengaja bakar bagaimana?Kami was-was,” ujar seorang warga, Rahmi saat ditemui Jubi, Kamis (4/1/2017).
Sampah yang menumpuk di Pasar Nabire - Jubi/Titus Ruban
Titus Ruban
Editor : Angela Flassy
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Nabire, Jubi – sudah hampir seminggu selama masa libur panjang, sampah di beberapa pasar di Kota Nabire masih menumpuk.

Di pasar induk kalibobo misalnya, sampah semakin bertambah dan hampir mendekati satu gardu listrik milik PLN.

“Saya khawatir dan takut, sebab sampah yang dibuang sudah dekat dengan gardu. Kalau ada yang sengaja bakar bagaimana?Kami was-was,” ujar seorang warga, Rahmi saat ditemui Jubi, Kamis (4/1/2017).

Menurut Rahmi, sejak awal Desember lalu hingga sekarang, belum ada petugas yang turun dan membersihkan sampah tersebut. Padahal biasanya petugas datang sebulan sekali. Akibatnya sampah kerap menumpuk hinga menutupi badan jalan dan mendekati tiang listrik.

“Belum lagi masyarakat sepertinya kurang sadar, mereka datang dan buang asal taruh saja. Saya lihat sendiri, bukan hanya masyarakat biasa tetapi ada anggota dewan juga buang sembarang,mereka tidak turun, tapi dari dalam mobil tinggal buang keluae,” tuturnya.

Di tempat terpisah, seorang tokoh masyarakar, D. Maitindom mengatakan penyebab banyaknya sampah di Kota Nabire adalah kurangnya kesadaran dari masyarakat itu sendiri dan ditambah lagi kurangnya perhatian pemerintah.

“Masyarakat juga harus sadar dan harus mendukung menjaga kebersihan,” katanya.

Maitindom sering melihat yang mengangkat sampah adalah para narapidana dari Lapas Nabire.

“Tanpa mereka, ota Nabire belum tentu seperti sekarang. Ini sudah agak bersih dari sebelumnya,” ceritanya.

Dia berharap, kedepan pemerintah menyiapkan tempat- tempat penampungan sampah sementara sebalum di angkut ke Tempat Pembuangan Sampah (TPA).(*)

loading...

Sebelumnya

Tahun baru, harga cabai di Nabire Rp10.000 per kilogram

Selanjutnya

Nabire butuh armada pemadam kebakaran

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 32871x views
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 8918x views
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 6425x views
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 5706x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5579x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe