Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Mamta
  3. Satu tersangka ditetapkan polisi dari penganiayaan di Kampung Puai
  • Minggu, 08 Januari 2017 — 13:29
  • 495x views

Satu tersangka ditetapkan polisi dari penganiayaan di Kampung Puai

“Untuk APK sendiri memang akan ditelusuri oleh pihak Panwas karena ini bagian tugas dan wewenangnya dalam pelaksanaan pilkada,” ujarnya.
Korban ( baju merah) didampingi Ketua Tim Koalisi Jayapura Baru ( baju putih) ketika melakukan visum di RSUD Yowari - Jubi/Engelbert Wally
Engelbert Wally
engellenny2509@gmail.com
Editor : Kyoshi Rasiey

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Sentani, Jubi – Kapolres Jayapura melalului Kasat Reskrimnya  Iptu  Jerry Koagouw  mengungkapkan pihaknya telah menetapkan satu tersangka dengan inisial  “EW” atas dugaan penganiyaan dan penurunan Alat Peraga Kampanye (APK)  pada posko salah satu Kandidat di Kampung Puai Distrik Sentani Timur beberapa waktu lalu.

“Kami sudah menerima laporan polisi dan menindak lanjuti dengan memeriksa para saksi – saksi atas dugaan penganiyaan yang dilakukan oleh tersangka yang saat ini sudah kami tahan di Polres Jayapura,” ungkap Kasat Reskrim Polres Jayapura Iptu Jerry Koagouw ketika di temui di Sentani, Minggu (8/1/2017).

Menurutnya, untuk kasus penurunan APK pada posko salah satu kandidat akan diserahkan langsung kepada pihak Panwas yang akan menindak lanjuti persoalannya.

“Untuk APK sendiri memang akan ditelusuri oleh pihak Panwas karena ini bagian tugas dan wewenangnya dalam pelaksanaan pilkada,” ujarnya.

Sementara itu, Alfret Hendawa korban penganiayaan yang juga tinggal di rumah yang dijadikan posko oleh salah satu kandidat pilkada Kabupaten Jayapura ini mengaku tidak mengatahui apa-apa persoalan  yang diributkan.

“Sehari sebelum terjadi keributan (4/1), tim koalisi Jayapura Baru datang untuk menjadikan rumah yang kami tinggal ini sebagai sekretariat atau posko dari kandidat paslon nomor urut dua. Atas kesepakatan bersama akhirnya baliho dari paslon tersebut terpasang," kata Alfret.

Namun pada malam hari ia mendapat teguran dari salah satu aparat kampung dan ondoafi  terkait pemasangan baliho tersebut. Ia diminta menurunkannya, Namun Alfret hanya menjawab agar mereka membicarakan hal ini dengan tim  yang datang memasang baliho tersebut.

Keesokan harinya pada pagi hari (5/1/2017) sekitar pukul 08.00, EW mendatangi posko yang dutempati Alfret lalu membuat keributan. Selain itu, EW juga melakukan pemukulan  terhadap Alfret.

"Karena orang tua jadi saya tidak membalasnya, selang beberapa menit kemudian datang salah satu aparat  kampung yang menurunkan baliho tersebut,” jelasnya. (*)

Sebelumnya

Sebagian besar sekolah di Kota Jayapura sudah urus KIA

Selanjutnya

Korban banjir Organda palang jalan, Jalan Raya Padangbulan sempat macet

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe