PapuaMart
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Otonomi
  3. Disnakerduk akui presentase tenaga kerja lokal di Papua minim
  • Senin, 09 Januari 2017 — 17:21
  • 481x views

Disnakerduk akui presentase tenaga kerja lokal di Papua minim

"Kalau tidak ada perhatian khusus dari pimpinan perusahaan, saya pikir sampai kapanpun upaya kami dalam mempersiapkan tenaga kerja lokal hanya menjadi mimpi, sementara wujud atau realisasi masih jauh dari harapan," kata Rawar.
Para pencari kerja sedang mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja Provinsi Papua beberapa waktu lalu - Dok. Jubi
Alexander Loen
alex@tabloidjubi.com
Editor : Kyoshi Rasiey

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Dinas Tenaga Kerja dan Kependudukan (Disnakerduk) Provinsi Papua mengakui, kesempatan kerja yang tersedia baik di sektor in formal maupun formal, presentase tenaga kerja lokal masih sangat minim.

Kepala Disnakerduk Provinsi Papua, Yan Piet Rawar kepada wartawan, di Jayapura, Senin (9/1/2017) mengatakan minimnya tenaga kerja lokal di Papua, dikarenakan kurangnya kompetensi dan mental dalam bekerja setelah diterima bekerja disalah satu perusahaan.  

Untuk itu, saat ini pemerintah provinsi sedang dan telah melakukan identifikasi permasalahan tersebut, sehingga dalam pembekalan dan pelatihan bisa diberikan bobot pembinaan mental, keterampilan dan kemampuan yang betul betul dibutuhkan dunia kerja.

"Kita bisa lihat di mall atau hotel yang ada di Jayapura, dimana tenaga kerja lokal sangat sedikit. Padahal selama mengikuti bimbingan pelatihan banyak diikuti tenaga kerja lokal, tapi masuk beberapa bulan sudah berkurang, tentu ini permasalahan yang diharapi pemerintah provinsi Papua saat ini," katanya.

Menurut ia, beberapa pimpinan perusahaan juga pernah menyampaikan, mereka membutuhkan tenaga kerja lokal tetapi pemerintah daerah harus menyiapkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi, baik dari segi keahlian maupun perilaku.

"Ini menjadi beban pemerintah daerah, baik provinsi, kabupaten/kota dan instansi terkait termasuk pimpinan setiap perusahaan, karena mereka juga wajib mempersiapkan tenaga kerja lokal. Jadi kita tidak bisa saling mempersalahkan, ini tanggung jawab semua pihak," ucapnya.

Selain itu, ujar Rawar, tenaga kerja lokal jika sudah diterima bekerja di suatu perusahaan harus mampu bertahan dan tidak minder dengan pekerja lain. Ini merupakan tugas pemerintah daerah untuk bagaimana membackup agar bagaimana tenaga kerja lokal bisa bertahan dan bekerja, disamping itu pimpinan perusahaan harus berikan perhatian khusus.

"Kalau tidak ada perhatian khusus dari pimpinan perusahaan, saya pikir sampai kapanpun upaya kami dalam mempersiapkan tenaga kerja lokal hanya menjadi mimpi, sementara wujud atau realisasi masih jauh dari harapan," kata Rawar.

Dia mencontohkan, ekspor kayu yang dilakukan saat ini bisa di cek dari hilir sampai ke hulu, apakah ada masyarakat lokal yang dilibatkan sementara merekalah pemilik hak ulayat.

"Artinya proses penebangan sampai pengolahan di kawasan industri apakah dikerjakan tenaga lokal, saya pikir tidak. Jadi memang tugas pemerintah sangat besar untuk bagaimana mengimbau kepada pengusaha dan perusahaan untuk memberikan perhatian kepada tenaga kerja lokal Papua," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Balai Latihan Kerja Industri (BLKI) Provinsi Papua, Frans Kopong mengatakan tenaga kerja asli Papua cukup sulit untuk beradaptasi dengan dunia swasta. Hal ini bertolak belakang dengan keahlian mereka yang sudah siap hadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

"Kami sudah banyak memberikan pelatihan hanya ternyata mereka selesai kita magangkan, susah untuk beradaptasi dengan dunia kerja atau lingkungan perusahaan swasta. Padahal dari sisi kesiapan SDM sudah siap," kata Frans.

Untuk mengatasinya, BLKI Papua sedang mencoba meningkatkan jam pelatihan yang sebelumnya selama sebulan, kini sudah ditambahkan menjadi tiga bulan.

"Ini solusi yang coba kami hadirkan harapannya dengan memperpanjang durasi pelatihan, kami bisa memiliki lebih banyak waktu untuk membina disiplin serta mentalnya tenaga kerja Papua," ucapnya. (*)

Sebelumnya

20 persen ASN Papua belum berkantor

Selanjutnya

2016, Disnakerduk bangun 100 rumah

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Tinggalkan Komentar :
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua