Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Penkes
  3. Tahun ini anggaran KPS di rumah sakit mitra berdasarkan klaim
  • Selasa, 10 Januari 2017 — 10:09
  • 585x views

Tahun ini anggaran KPS di rumah sakit mitra berdasarkan klaim

“Rumah sakit mitra menanggung semua biaya terlebih dulu, setelah itu baru diklaim, ini akan mempermudah pelayanan kepada masyarakat yang sangat membutuhkan pelayanan kesehatan,” ujarnya.
Pasien di RSUD Jayapura – Jubi/Roy Ratumakin
Roy Ratumakin
Editor : Syofiardi

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Tahun ini anggaran pelayanan Kartu Papua Sehat (KPS) rumah sakit mitra yang bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Papua berdasarkan klaim penanganan pasien. Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang langsung dianggarkan.

Berdasarkan data Unit Percepatan Pembangunan dan Kesehatan Papua (UP2KP), sejumlah rumah sakit, seperti RS Bhayangkara, RS Marthen Indey, RS TNI Angkatan Laut, dan RS Dian Harapan sudah berjalan baik menerapkan Kartu Papua Sehat. Namun ada sejumlah rumah sakit mitra yang harus menghentikan pelayanan KPS karena slot anggarannya habis.

“Tahun lalu kami menjumpai kasus seperti itu dimana ada rumah sakit yang terpaksa menghentikan pelayanan KPS karena slot anggarannya sudah habis, padahal pasien yang datang berkunjung cukup banyak,” kata Direktur UP2KP Agustinus Raprap kepada Jubi diruang kerjanya, Senin (9/1/2017).

Untuk itu, pihaknya mendorong agar anggaran yang akan diturunkan kepada rumah sakit mitra pada 2017 sesuai dengan klaim pasien.

“Rumah sakit mitra menanggung semua biaya terlebih dulu, setelah itu baru diklaim, ini akan mempermudah pelayanan kepada masyarakat yang sangat membutuhkan pelayanan kesehatan,” ujarnya.

Masalah dana yang minim untuk rumah sakit swasta dalam pelayanan KPS, katanya, juga menjadi suatu persoalan yang harus ditindaklanjuti. Misalnya di RSUD Dok II dan RS Bayangkara, Kotaraja, pelayanan KPS melebihi target dari pagu dana yang sudah diberikan.

Kepala Bidang Pengendalian Masalah Kesehatan (PMK) Dinas Kesehatan Papua, Aaron Rumainum mencontohkan, kuota KPS untuk RS Bhayangkara Rp1,5 miliar masih kecil dibanding orang Asli Papua yang datang berobat.

“Ketika kami menagih atau klaim, katanya sudah melebihi kuota yang ditentukan, akhirnya kami harus nombok kurang lebih Rp400 juta pada 2016,” kata dr Hen Budiono yang bertugas di RS Bhayangkara. (*)

loading...

Sebelumnya

Dinas Kesehatan akan kirim tenaga medis ke Organda

Selanjutnya

Korban banjir Organda mendapat pengobatan gratis

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Jumat, 18 Mei 2018 WP | 2798x views
Domberai |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 2583x views
Koran Jubi |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 1493x views
Koran Jubi |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 1283x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe