Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Anim Ha
  3. Seribuan masyarakatMarind duduki kantor DPRD Merauke
  • Selasa, 10 Januari 2017 — 10:29
  • 786x views

Seribuan masyarakatMarind duduki kantor DPRD Merauke

Berbagai orasi dilakukan di depan kantor dewan. Setelah berorasi selama beberapa jam, akhirnya sebagian besar diarahkan masuk ke dalam ruangan rapat dewan untuk melakukan tatap muka secara bersama- sama.
Masyarakat Marind yang melakukan aksi demonstrasi di Kantor DPRD Merauke - Jubi/Frans L Kobun
Ans K
Editor : Angela Flassy
LipSus
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 21:50 WP
Features |
Jumat, 22 Juni 2018 | 16:20 WP
Features |
Kamis, 21 Juni 2018 | 17:48 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Merauke, Jubi - Kurang lebih 1.000 orang masyarakat Marind menduduki Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke. Kedatangan mereka membawa sejumlah spanduk yang isinya mendesak kepada Fransiskus Sirfefa agar  mengundurkan diri dari pencalonan sebagai Ketua  DPRD setempat. Karena bersangkutan bukan anak asli Marind.

Kedatangan massa sekitar pukul 10.00 WIT, Senin (9/1/2017), menggunakan sejumlah kendaraan roda dua maupun roda empat. Mereka didampingi Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA), Ignasius Ndiken serta sejumlah tokoh masyarakat lain.

Berbagai orasi dilakukan di depan kantor dewan. Setelah berorasi selama beberapa jam, akhirnya sebagian besar diarahkan masuk ke dalam ruangan rapat dewan untuk melakukan tatap muka secara bersama- sama.

Tujuh point penting yang dibacakan salah seorang utusan tokoh masyarakat, Yoseph Kanda Mahuze. Adapun point penting itu yakni  pertama, masyarakat Marind menuntut hak kesulungan Ketua DPRD Merauke harus dijabat anak Marind. Kedua, semua orang Marind termasuk LMA dengan tegas menolak Fransiskus Sirefa.

Ketiga,  DPRD Merauke tak memroses pengusulan Fransiskus Sirfefa sebagai calon ketua ke Gubernur Papua untuk dilantik. Keempat, Partai  DPC Partai Gerindra agar mendengarkan  dan menghargai aspirasi hak masyarakat Marind.  Lima, jika aspirasi tak digubris dan ditindaklanjuti partai yang dinahkodai Steven Abraham.

Pernyataan keenam, jika sampai Fransiskus Sirfefa tetap dipaksakan oleh Partai Gerindra, masyarakat pemilik hak ulayat akan melakukan pemalangan terhadap Kantor DPRD Merauke.  Tujuh,  pemerintah dan dewan harus  jujur memperjuangkan hak kesulungan orang Marind sesuai amanat Undang-Undang Otonomi Khusus (Otsus).

 Seorang Tokoh Masyarakat Marind, H. Waros Gebze dengan tegas mengatakan, jika  dua putra terbaik Marind  di DPRD tidak diusung, maka kantor dewan akan dipalang. “Itu sudah menjadi komitmen kami jika aspirasi tak diresponi,” tegasnya.

Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Merauke, Steven Abraham berdalih  jika partainya bekeja sesuai komando. “Jadi, saya tak punya kewenangan memutuskan disini. Tetapi aspirasi yang disampaikan masyarakat Marind, tetap akan ditindaklanjuti,” tuturnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Yayasan Kalam Kudus Jayapura siap bantu anak-anak suku Korowai

Selanjutnya

Ganti rugi tanah kantor DPRD Merauke Rp50 M

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe
wso shell IndoXploit shell wso shell hacklink hacklink satış hacklink wso shell evden eve nakliyat istanbul nakliyat evden eve nakliyat istanbul evden eve nakliyat evden eve nakliyat istanbul nakliyat