Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Meepago
  3. Keluarga korban kasus Paniai Berdarah masih sakit hati
  • Selasa, 10 Januari 2017 — 10:47
  • 1505x views

Keluarga korban kasus Paniai Berdarah masih sakit hati

“Karena saat itu (8/12/2014) petinggi militer dari Jayapura yang datang ke Paniai sampaikan kepada kami akan segera tuntaskan. Tapi, kami tunggu sampai sekarang tidak ada informasi yang jelas. Sungguh benar, kami jadi bingung,” ungkap Mama Tekege.
Mama Ruth Tekege (Mama kandung Alm. Alpius Youw) ketika berbincang dengan P. Santon Tekege, Pr di Paniai – Jubi/Abeth you
Abeth You
abethamoyeyou@gmail.com
Editor : Zely Ariane

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Paniai, Jubi – Mama Ruth Tekege, ibunda kandung dari Alm. Alpius Youw yang ditembak aparat pada peristiwa Paniai Berdarah 8 Desember 2014 di lapangan sepakbola Enarotali mengaku hingga saat ini pihaknya sebagai keluarga korban belum mendapatkan keadilan.

“Sampai saat ini kalau kita hitung sudah dua tahun, anakku dibunuh. Jujur, saya sebagai Mama dari anak Pius (sapaan Alpius Youw) sangat sakit hati. Luka batin ini belum bisa sembuh,” ungkap Mama Ruth Tekege ketika ditemui Jubi di Paniai, Senin, (9/1/2017).

“Semua yang ditembak mati itu anak tunggal. Sisi ini kami hancur betul,” kata Tekege.

Mama Tekege juga tanyakan kepada wartawan Jubi sudah sejauh mana penanganan terhadap kasus Paniai Berdarah yang telah menewaskan empat siswa SMA itu. “Anak, saya mau tanya. Sebenarnya penanganan kasus ini sudah sejauh mana kah,” imbuhnya.

“Karena saat itu (8/12/2014) petinggi militer dari Jayapura yang datang ke Paniai sampaikan kepada kami akan segera tuntaskan. Tapi, kami tunggu sampai sekarang tidak ada informasi yang jelas. Sungguh benar, kami jadi bingung,” ungkap Mama Tekege.

Ketika ditanya mengapa tidak mengizinkan pembongkaran makam korban, Mama Takege malah balik menyatakan bahwa menurut dia semua barang bukti sudah ada di tangan petinggi militer di Jayapura dan Jakarta.

“Semua barang bukti seperti peluru itu ada di tangan pejabat militer yang saat itu datang ke Paniai toh,” jelasnya enteng.

Terpisah, Pastor Paroki St. Yusuf Enarotali, P. Santon Tekege, Pr mengatakan pihaknya sebagai pemuka agama tetap mengikuti kemauan keluarga korban.

“Sebab, bagi kami sebagai imam tertahbis diutus untuk melayani kamu lemah. Maka, apapun yang diinginkan oleh keluarga korban musti kita hargai,” tegasnya. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Enarotali nyaris jadi Kota Penuh Sampah

Selanjutnya

Penggunaan dana desa di Deiyai kurang sosialisasi

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe