Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Sulawesi
  3. Harga ikan segar naik 200 persen
  • Selasa, 10 Januari 2017 — 14:59
  • 1572x views

Harga ikan segar naik 200 persen

Harga ikan segar di Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, naik tajam hingga mencapai 200 persen.
Ilustrasi. Harga ikan segar di Gorontalo naik 200 persen. –tempo.co
ANTARA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Lina Nursanty

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Gorontalo, Jubi – Harga ikan segar di Kabupaten Gorontalo Utara, Provinsi Gorontalo, naik tajam hingga mencapai 200 persen. "Kenaikan harga ikan segar dipicu kondisi laut yang bergelombang tinggi dan berangin kencang," ujar Hut Halada, nelayan tangkap di Kecamatan Gentuma Raya, di Gorontalo, Selasa (10/1).

Saat ini kata dia, harga ikan cakalang segar berada di kisaran Rp1,2 juta per 60 kilogram atau naik dari kisaran harga Rp300 ribu-Rp400 ribu. Sementara ikan teri segar berada di kisaran Rp800 ribu per kotak atau naik dari kisaran harga Rp150 ribu-Rp200 ribu per kotak.

Kenaikan harga ikan ini cukup menguntungkan nelayan, namun kata Hut pihaknya pun seringkali tidak berani turun melaut jika kondisi sedang tidak memungkinkan. Khusus di pelabuhan pendaratan ikan (PPI) Gentuma, dalam sepekan ini masih banyak pemilik kapal memilih sandar karena cuaca tidak memungkinkan untuk melaut.

Kepala Bidang Kelautan dan Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan setempat, Amanda Sunge mengatakan, harga ikan di daerah ini semakin baik didukung dengan berbagai fasilitas yang disiapkan pemerintah daerah.

Ditambah lagi, investasi "cold storage" yang telah beroperasi di wilayah Gentuma, sangat mendukung stabilitas harga ikan segar dan sangat mendukung aktivitas nelayan.

Namun potensi yang sangat besar di bidang perikanan tangkap tidak dipungkiri, acapkali membuat produksi ikan segar melimpah dan harga menjadi anjlok. Karena itu, program investasi ikan segar tersebut diharapkan berjalan dengan baik didukung upaya pemerintah daerah menyiapkan fasilitas pengeringan ikan maupun alat-alat penjemuran ikan yang disalurkan untuk nelayan, diantaranya di Kecamatan Kwandang, Sumalata Timur dan Gentuma.

Seperti ikan teri basah, jika produksi melimpah seringkali nelayan tidak mampu menampung ataupun melakukan pengeringan. "Sering dibuang kembali ke laut dengan percuma," ujar Amanda. (*)

 

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Walikota Makassar siap fasilitasi gugatan masyarakat terhadap PLN

Selanjutnya

Cuaca buruk pengaruhi harga cabai

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe