PapuaMart
close
Banner iklan disini
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Polhukam
  3. Yus Wenda sudah jalani vonis di Timika, tapi kenapa masih ditahan?
  • Selasa, 10 Januari 2017 — 19:32
  • 864x views

Yus Wenda sudah jalani vonis di Timika, tapi kenapa masih ditahan?

Menurut Waromi, ada tiga pelanggaran yang terjadi terhadap Yus Wenda. Dan pelanggaran serupa, menurut pengalaman pendampingan Waromi, rupa-rupanya cukup banyak terjadi dalam kasus-kasus tahanan politik maupun tahanan kriminal biasa.
Yus Wenda (kanan) dan Steven Itlay (kiri), dua tahanan politik KNPB di Timika - IST
Zely Ariane
zely.ariane@tabloidjubi.com
Editor :

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Jayapura, Jubi – Pengacara HAM Gustaf Kawer memrotes keras pembiaran dan ketidakjelasan proses hukum serta pengabaian hak warga binaan terhadap Yus Wenda, tahanan politik anggota Komite Nasional Papua Barat (KNPB) yang ditangkap pada 5 April 2016 lalu di Timika saat melakukan kegiatan ibadah syukur mendukung keanggotaan penuh ULMWP di MSG.

Yus Wenda telah dijatuhi vonis 10 bulan penjara dan sudah menjalankan kewajibannya, namun hingga saat ini dirinya tak kunjung dibebaskan, dan hak-haknya sebagai warga binaan Lapas tidak pernah diperoleh.

Yang bersangkutan itu sudah divonis 10 bulan penjara, tetapi tidak mendapat hak-haknya sebagai warga binaan Lapas seperti asimilasi, pembebasan bersyarat, dan cuti menjelang bebas, tegas Kawer kepada Jubi, Senin (9/1/2017).

Wenda, menurut Kawer, seharusnya sudah bebas dari tahanan tetapi hingga kini masih saja ditahan di Lapas Timika.

Tindakan Lapas Timika ini merupakan pelanggaran serius terhadap hak-hak warga binaan di Lembaga pemasyarakatan, ujar Kawer yang menjadi selama ini setia mendampingi proses pembelaan hukum kepada Yus Wenda serta Steven Itlay, dua Tapol KNPB di Timika.

Yus Wenda, bersama Steven Itlay ditangkap pada 5 April 2016. Wenda dituduh melakukan penganiayaan ringan terhadap Kapolres Timika, sebagaimana dimaksud dalam pasal 351 ayat 1 KUHP dan sudah dijatuhi vonis 10 bulan penjara.

Mercy Waromi, anggota tim pengacara HAM Papua yang juga ikut mendampingi kasus tersebut membenarkan protes Gustaf Kawer terkait pengabaian hak para tahanan politik baik di Lapas maupun di tahan kepolisian.

Bahkan hingga saat ini kami belum mendapatkan berkas putusan dari pengadilan, sudah kami minta beberapa kali tapi belum juga diberi. Ini ada apa? kata Mercy dengan nada heran bercampur kesal kepada Jubi Sabtu (7/1/2017) di sela-sela pertemuan pimpinan KNPB dengan Kapolda Papua dan Kapolresta Jayapura di Kantor Polresta Jayapura.

Menurut Waromi, ada tiga pelanggaran yang terjadi terhadap Yus Wenda. Dan pelanggaran serupa, menurut pengalaman pendampingan Waromi, rupa-rupanya cukup banyak terjadi dalam kasus-kasus tahanan politik maupun tahanan kriminal biasa.

Untuk kasus Wenda pelanggaran terjadi  ketika sudah jatuh vonis tapi dia masih ditahan di Polsek dan tidak segera dipindahkan. Sekarang sudah dibawa ke Lapas, dan seharusnya sudah bebas, tetapi hingga saat ini masih ditahan tanpa alasan jelas. Lalu surat putusan pengadilan pun tidak diberikan ke pengacara, padahal selambat-lambatnya 2 minggu sudah harus kami terima, ujar Waromi.

Menanggapi hal tersebut, Agus Kossay Ketua I KNPB mengaku sejak awal sudah mencium gelagat ketidakberesan hukum yang menimpa anggotanya itu, ditambah proses sidang yang selalu mendapat pengawalan berlebihan seakan-akan anggotanya itu melakukan kejahatan luar biasa.

Setelah ada putusan pengadilan, memang tidak jelas proses selanjutnya itu bagaimana, polisi biarkan begitu saja. Jadi petugas disitu (di kepolisian dan lapas) juga bingung dengan proses penahanan Yus. Karena itu mereka meminta salinan surat keputusan pengadilan itu agar mengetahui sampai kapan dia keluar, ujar Kossay.

Kossay menuding hal ini dibiarkan tanpa ada yang bertanggung jawab. Kalau mereka mau bermain-main dengan keputusan yang mereka buat sendiri padahal yang bersangkutan sudah menjalani hukuman itu bahkan sampai batas waktu lewat, nah ini siapa salah? ujarnya.

DIkonfirmasi terpisah, Sabtu (7/1/2017) Kapolda Papua Paulus Waterpauw kepada Jubi mengatakan dirinya tidak begitu mengikuti persis apa yang terjadi dalam kasus Yus Wenda.

Siapa namanya? Yus Wenda? Baik, nanti saya akan cek ya, ujarnya di sela-sela pertemuan para pihak antara pimpinan KNPB dan jajaran Kepolisian Resort Kota Jayapura.(*)

Sebelumnya

Legislator Papua pertanyakan proses rekrutmen calon anggota MRP

Selanjutnya

Pilkada serentak Papua, empat daerah masih dipending pencetakan surat suara

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Tinggalkan Komentar :
Terkini
Stop Press

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua