Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Sulawesi
  3. Cuaca buruk pengaruhi harga cabai
  • Rabu, 11 Januari 2017 — 14:49
  • 2036x views

Cuaca buruk pengaruhi harga cabai

Cuaca buruk dalam beberapa pekan terakhir di Ternate, Maluku Utara (Malut), sangat berpengaruh terhadap harga sejumlah komoditas kebutuhan pokok, seperti cabai yang mengalami fluktuasi harga.
Ilustrasi. Harga cabai naik tajam. –tempo.co
ANTARA
Editor : Lina Nursanty
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Ternate, Jubi – Cuaca buruk dalam beberapa pekan terakhir di Ternate, Maluku Utara (Malut), sangat berpengaruh terhadap harga sejumlah komoditas kebutuhan pokok, seperti cabai yang mengalami fluktuasi harga.

Bahkan, untuk cabai nona yang sebelumnya dijual dengan kisaran harga Rp50.000 per kilogram, kini menjadi Rp70 hingga Rp80 ribu perkilogram, atau mengalami kenaikan 25 persen. Sedangkan cabai keriting sebelumnya yang dijual dengan harga Rp50 ribu perkilogram, turun menjadi Rp40 ribu perkilogram atau mengalami penurunan harga.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ternate, Nuryadin Rahman di Ternate, Rabu (11/1) mengatakan, sejumlah kebutuhan pangan mengalami fluktuasi harga seperti cabai nona dan cabai keriting, sedangkan untuk kebutuhan pokok lainnya masih normal, meskipun cuaca buruk tidak terlalu berpengaruh terhadap kebutuhan pokok lainnya.

"Kenaikan yang terjadi seperti sekrang ini karena kurangnya produksi penyangga dari lokal, sehingga kenaikannya sangat pesat," katanya.

Dia menambahkan, karena Ternate memiliki ketergantungan dengan daerah lain, seperti Manado, Gorantalo, Makasar dan Surabaya. "Ternate juga mempunyai daerah penyangga seperti Oba, Tidore, Subaim dan Tobelo yang mampu menekan kebutuhan lajunya kenaikan barang, jika pasokan lokal lancar maka dapat menekan kenaikan harga pada kebutuhan pokok," katanya. (*)
 

 


 

 

loading...

Sebelumnya

Harga ikan segar naik 200 persen

Selanjutnya

Satpol PP tangkap 15 ternak liar

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6220x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5806x views
Polhukam |— Kamis, 20 September 2018 WP | 3979x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe