Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Domberai
  3. Tokoh adat bahas pengelolaan ikan berbasis masyarakat
  • Kamis, 22 September 2016 — 21:20
  • 303x views

Tokoh adat bahas pengelolaan ikan berbasis masyarakat

Kawasan Teluk Mayalibit, Raja Ampat dianugerahi kekayaan alam yang sangat berlimpah. Karena itu, sudah seharusnya masyarakat adat sembilan kampung di kawasan tersebut berperan aktif untuk mengatur dan mengelola kawasan perikanannya.
Situasi pembahasan pengelolaan perikanan berbasis masyarakat oleh tokoh adat, agama dan kepala kampung di sembilan kampung di Teluk Mayalibit, Raja Ampat, Papua Barat – Jubi/Florence Niken
Florence Niken
Editor : Timoteus Marten
LipSus
Features |
Rabu, 21 Februari 2018 | 13:43 WP
Features |
Rabu, 21 Februari 2018 | 13:02 WP
Features |
Rabu, 21 Februari 2018 | 12:40 WP

Jubi | Portal Berita Tanah Papua No. 1

Waisai, Jubi – Sejumlah tokoh adat, agama dan kepala kampung di sembilan kampung di Teluk Mayalibit, Raja Ampat, Papua Barat membahas pengelolaan perikanan berbasis masyarakat.

Kegiatan yang difasilitasi Conservation International (CI) itu digelar di Warkabu 20 - 21 September 2016.

Ketua Dewan Adat Suku Maya, Krist Tebu mengatakan kawasan Teluk Mayalibit dianugerahi kekayaan alam yang sangat berlimpah. Karena itu, sudah seharusnya masyarakat adat sembilan kampung di kawasan tersebut berperan aktif untuk mengatur dan mengelola kawasan perikanannya.

Dengan demikian dapat memberikan manfaat bagi masyarakat adat dan pengelolaannya pun berkelanjutan. Maka dari itu, perlu memetakan kawasan   pengelolaan perikanan di kawasan ini.

“Memang secara turun-temurun masyarakat di Teluk Mayalibit telah memiliki batasan antar kampung dalam mencari ikan. Namun sekarang ini dengan kekuatan masyarakat adat kami memetakan kawasan pengelolaan perikanan bukan untuk melarang,” katanya.

Menurut dia pemetaan kawasan dilakukan agar seluruh masyarakat bertanggung jawab dalam mengelola kawasan perikanan di wilayahnya. Bila ada yang berniat mengambil ikan di luar kawasannya harus meminta izin terlebih dahulu ke masyarakat adat pemilik kawasan.

“Ini agar sumber daya ikan tetap terjaga,” katanya.

Sementara itu Kresia Mambrasar Kasub Telma dari Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Dinas Kelautan dan Perikanan Raja Ampat mengajak masyarakat untuk tetap menjaga kawasan Teluk Mayalibit.

Ia juga meminta agar masyarakat bekerja sama untuk menjaga kawasan ini sehingga tetap lestari dan sumber dayanya tidak dicuri. (*)

loading...

Sebelumnya

Aktivitas belajar di Kabupaten Sorong lumpuh

Selanjutnya

Tokoh adat bahas pengelolaan ikan berbasis masyarakat

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Berita Papua |— Sabtu, 17 Februari 2018 WP | 5999x views
Penkes |— Senin, 12 Februari 2018 WP | 2945x views
Pasifik |— Rabu, 14 Februari 2018 WP | 2929x views
Otonomi |— Selasa, 13 Februari 2018 WP | 2591x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe