Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Otonomi
  3. Pemprov Papua pertanyakan kompensasi menjaga hutan yang dijanjikan di Copenhagen
  • Rabu, 11 Januari 2017 — 17:28
  • 958x views

Pemprov Papua pertanyakan kompensasi menjaga hutan yang dijanjikan di Copenhagen

"Kompensasi itu belum kunjung nyata sampai saat ini. Padahal Papua masih berkomitmen tinggi menjaga kelestarian 80 persen hutannya," katanya.
Hutan Papua - tempo.co
Alexander Loen
Editor : Angela Flassy
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP
Features |
Senin, 17 September 2018 | 19:13 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Papua Elia Loupatty menekankan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua tidak sembarang mengeluarkan izin pengelolaan hutan

"Sangat penting bagi kami di Papua untuk menjaga kelestarian hutan Papua supaya menjadi paru paru dunia. Dan sampai saat ini dengan bangga saya katakan kita masih konsisten 83 persen menjaga hutan, kemudian hanya 17 persen yang dikelola secara ekonomi," kata Elia kepada wartawan, di Jayapura, Rabu (11/1/2017).

Elia mengatakan sampai saat ini Pemprov Papua mempertanyakan komitmen negara-negara dunia dalam pertemuan Copenhagen, yang menyepakati pemberian kompensasi bagi daerah atas upaya mempertahankan 80 persen hutannya, sehingga menjadi paru-paru dunia, seperti yang dilakukan Papua.

"Kompensasi itu belum kunjung nyata sampai saat ini. Padahal Papua masih berkomitmen tinggi menjaga kelestarian 80 persen hutannya," katanya.

Isu carbon trade mulai terdengar sekitar 2009 dimana negara-negara dunia melakukan pertemuan di Copenhagen, guna membahas masalah pemanasan global yang terjadi pada saat itu.

Elia mengingatkan negara-negara dunia agar tak lupa akan komitmen dan janji mereka terhadap Papua. Kendati, tambah dia, Papua tak akan memaksa jika pun kompensasi yang dijanjikan tak kunjung direalisasi.

Hal senada disampaikan Asisten Bidang Umum Sekda Papua Elysa Auri. Dirinya mengatakan Pemprov Papua sampai saat ini terus berkomitmen mendukung pembangunan berkelanjutan yang rendah emisi.

Komitmen dukungan itu, tertuang dalam Perdasi nomor 13 tahun tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yang sangat progresif dengan memetakan 90 persen kawasan hutan dari luas wilayah Provinsi Papua.

"Jadi kami tidak pernah main main dalam menjaga hutan di Papua," kata Auri.(*)

loading...

Sebelumnya

Wartawan di pemprov wajib bersertifikat Dewan Pers

Selanjutnya

Diskominfo Papua optimistis E-goverment berjalan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Terkini

Populer
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 32942x views
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 8981x views
Polhukam |— Kamis, 13 September 2018 WP | 6491x views
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 5960x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 5648x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe