Konferensi Luar Biasa
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Pasifik
  3. Pemimpin separatis Bougainville siap berunding
  • Kamis, 12 Januari 2017 — 16:50
  • 457x views

Pemimpin separatis Bougainville siap berunding

Pemimpin kelompok separatis di daerah otonom Bougainville, Meekamui, siap berunding dengan pemerintah Papua Nugini untuk merencanakan referendum.
Ilustrasi. Proses pemungutan suara dalam referendum. –RNZI
RNZI
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Lina Nursanty

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Bougainville, Jubi – Pemimpin kelompok separatis di daerah otonom Bougainville, Meekamui, siap berunding dengan pemerintah Papua Nugini untuk merencanakan referendum. Melalui proses referendum yang dijadwalkan akan berlangsung pada tahun 2019 itu, kemungkinan daerah otonom Bougainville menjadi negara merdeka semakin besar.

Kelompok separatis Bougainville telah berjuang sekian lama di daerah tersebut. Mereka bahkan telah membangun angkatan bersenjata Meekamui yang kini berbasis di wilayah bekas tambang, Panguna. Kelompok Meekamui sebelumnya dikenal dengan sikapnya yang anti perundingan.

Mereka mengambil jarak dengan pihak-pihak yang terlibat dalam perundingan damai tahun 2001 yang bertujuan mengakhiri konflik separatis yang telah berkecamuk sejak tahun 1990-an. Ketika rencana referendum pertama kali dihembuskan, kelompok ini sempat tidak tertarik. Namun, kini mereka berubah pikiran.

Seperti dilaporkan surat kabar Post Courier, dalam sebuah upacara rekonsiliasi yang berlangsung pekan ini, Chris Uma mengatakan bahwa pulau tanah kelahirannya telah lama bersimbah darah. Kelompok yang ia pimpin bersedia untuk berkontribusi membebaskan seluruh suku bangsa di Bougainville mencapai kemajuan.

Uma menyatakan bahwa kini dirinya bersedia duduk bersama dengan pemerintah otonom Bougainville untuk mendiskusikan dan bekerja bersama untuk mencari jalan terbaik bagi rakyat Bougainville.

Pemerintah otonom Bougainville dan pemerintah Papua Nugini telah berkonsultasi untuk memastikan jalannya referendum pada tahun 2019. Keduanya terlibat dalam perang sipil selama lebih dari satu dekade dan berakhir pada 1999.

Di bawah Kesepakatan Damai Bougainville, daerah otonom itu seharusnya menggelar referendum pada tahun 2020. Namun, target itu dipercepat dan telah ditentukan bahwa referendum akan berlangsung pada 15 Juni 2019. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Pria Tiongkok diusir karena lompati pagar pembatas di bandara

Selanjutnya

Produksi kentang Vanuatu menurun karena kemarau

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe