PapuaMart
close
Banner iklan disini
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Pasifik
  3. Produksi kentang Vanuatu menurun karena kemarau
  • Kamis, 12 Januari 2017 — 16:54
  • 185x views

Produksi kentang Vanuatu menurun karena kemarau

Tanna Barat, Jubi – Masyarakat di sebagian wilayah Tanna Barat mengalami kekurangan produksi kentang karena kemarau yang melanda selama catur wulan terakhir tahun 2016.
Petani kentang menunjukkan hasil panennya. –dailypost.vu
Editor : Lina Nursanty

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Tanna Barat, Jubi – Masyarakat di sebagian wilayah Tanna Barat mengalami kekurangan produksi kentang karena kemarau yang melanda selama catur wulan terakhir tahun 2016. Seorang petugas dari Departemen Pertanian dan Pembangunan wilayah Pedesaan (DARD) Vanuatu yang enggan menyebutkan namanya mengatakan bahwa para petani kentang di daerah itu mengalami gagal panen.

“Berkantong-kantong kentang telah didistribusikan kepada masyarakat di sana pada Maret tahun lalu untuk ditanam. Berhasil dipanen pada bulan Juni. Ketika penanaman gelombang kedua, yaitu selama September hingga Desember, panen tidak sesuai harapan,” ujarnya.

Menurut dia, selama masa tanam kentang, musim kering melanda daerah itu yang dipengaruhi oleh El Nino berkepanjangan.

Seorang petani bernama Elizabeth Sam dari Whitegrass mengatakan dia mengalami kegagalan panen kentang di lahannya yang mencapai setengah hektare. “Kentang itu awalnya tumbuh sehat, namun di musim kedua gagal semua,” tuturnya.

Hal serupa dialami petani lainnya dari Tanna. Andrew Napwatt mengatakan ia mengalami kerugian banyak selama musim kering yang berlangsung hingga akhir tahun lalu.

Perusahaan perkebunan kentang seperti Sowers & Growers (S&G) yang juga menanam kentang di pulau Tanna setuju bahwa kegagalan panen kentang kali ini disebabkan musim kering yang jatuh selama September hingga Desember.

La Nina yang diharapkan datang pada akhir tahun ternyata tidak kunjung datang. Melainkan, El Nino berkepanjangan yang terjadi hingga mengakibatkan kekeringan di banyak wilayah, termasuk Tanna.

Dan Dempsey dari S&G mengatakan bahwa memang kentang tetap bisa tumbuh di beberapa area. “S&G telah mengidentifikasi beberapa area yang menjanjikan untuk ditanami kentang. Kami akan bekerjasama dengan masyarakat di Tanna untuk membuktikan hal ini,” ujar Dempsey. (*)

Sebelumnya

Pemimpin separatis Bougainville siap berunding

Selanjutnya

Tokoh prihatin atas berita pengukiran kulit punggung gadis kecil

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Tinggalkan Komentar :
Terkini
Stop Press

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua