Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pasifik
  3. Tokoh prihatin atas berita pengukiran kulit punggung gadis kecil
  • Kamis, 12 Januari 2017 — 16:57
  • 514x views

Tokoh prihatin atas berita pengukiran kulit punggung gadis kecil

Seorang tokoh masyarakat sekaligus pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Morobe Papua Nugini mengaku prihatin atas pemberitaan ritual upacara pengukiran kulit punggung seorang gadis kecil di East Sepik oleh koran Post Courier kemarin.
Anak gadis yang baru mengikuti upacara pengukiran kulit punggung di desa Kaningara. --postcourier
Post Courier
Editor : Lina Nursanty
LipSus
Features |
Senin, 23 April 2018 | 13:37 WP
Features |
Selasa, 17 April 2018 | 13:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Morobe, Jubi – Seorang tokoh masyarakat sekaligus pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Morobe Papua Nugini mengaku prihatin atas pemberitaan ritual upacara pengukiran kulit punggung seorang gadis kecil di East Sepik oleh koran Post Courier kemarin.

Menurut dia, ritual upacara seperti itu semestinya dilakukan di sebuah tempat suci di bawah aturan keramat. Publikasi tentang upacara itu sama sekali tidak dapat dibenarkan. Ia yakin, hal itu dilakukan untuk tujuan komersial.

Ia menegaskan bahwa tradisi budaya Barat tidak akan mengikis norma dan praktik kehidupan adat dan budaya di Sepik. “Pengaruh kebudayaan Barat telah melampaui batas kebudayaan kita. Ada beberapa ritual yang tidak untuk dipublikasikan atau disaksikan orang lain,” ucapnya.

Tradisi “rumah pria” (haus man) dan “rumah wanita” (haus meri) sangat dihormati keberadaannya sebagai tempat suci. Dengan adanya pemberitaan dan publikasi seperti kemarin, maka tradisi-tradisi itu akan kehilangan nilai kesakralannya.

Selain itu, tujuan dan pentingnya menjaga integritas ritual tradisional akan kian ternodai jika hal seperti ini dipublikasikan. Sepeti diberitakan, seorang gadis kecil berusia lima tahun mengalami perdarahan di bagian punggungnya setelah mengikuti upacara penobatan dirinya menjadi perempuan berdasarkan tradisi sukunya di desa Kaningara, tepi Sungai Sepik. (*)

 

 

loading...

Sebelumnya

Produksi kentang Vanuatu menurun karena kemarau

Selanjutnya

Salah seorang navigator asli Kepulauan Marshall tutup usia

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe