PapuaMart
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
  1. Home
  2. Sumatera
  3. Singapura deportasi delapan WNI terduga teroris
  • Kamis, 12 Januari 2017 — 17:40
  • 699x views

Singapura deportasi delapan WNI terduga teroris

Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budi Gusdian mengatakan delapan orang WNI yang ditolak masuk Singapura dan dideportasi ke Batam tidak ada kaitannya dengan jaringan terorisme.
Ilustrasi. Delapan orang WNI yang ditolak masuk Singapura dan dideportasi ke Batam tidak ada kaitannya dengan jaringan terorisme.—tempo.co
ANTARA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Lina Nursanty

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Batam, Jubi – Kapolda Kepri Irjen Pol Sam Budi Gusdian mengatakan delapan orang WNI yang ditolak masuk Singapura dan dideportasi ke Batam tidak ada kaitannya dengan jaringan terorisme. "Untuk kedelapan WNI asal Bukit Tinggi Sumatera Barat itu setelah di dalami oleh Tim Densus 88 Anti Teror Mabes Polri tidak ada kaitannya dengan terorisme," kata Kapolda di Batam, Kamis (12/1).

Kapolda mengatakan, keberangkatan kedelapan WNI tersebut dari Padang Sumatera Barat menuju Malaysia, Thailand, hingga ke Singapura murni untuk studi banding pendidikan keagamaan dan berobat. "Mereka diperlakukan dengan baik selama menjalani proses pemeriksaan dan pagi ini sekitar pukul 09.00 WIB sudah dikembalikan ke Padang Sumatera Barat," kata Sam.

Sebelumnya, delapan terduga teroris dideportasi dari Malaysia ke Batam pada Selasa (10/1). Mereka adalah Fh, Ada, Ak, Saat, Io, MH, Reh dan Hap berasal dari Bukit Tinggi Sumatera Barat. Mereka masuk ke Malaysia menggunakan pesawat terbang.  

Mereka tiba di Kuala Lumpur Malaysia, Selasa, 3 Januari 2017 dengan penerbangan dipimpin oleh Reh untuk menjalani pengobatan dan belajar agama di Pattani, Thailand.

Senin, 9 Januari 2017, sekitar pukul 03.00 waktu Singapura, rombongan tiba di Woodlands, Singapura untuk menginap satu malam. "Namun petugas Imigrasi Singapura curiga dan melakukan pengecekan secara intensif pada rombongan ini. Termasuk, mengecek ponsel. Hasil pemeriksaan petugas Imigrasi Singapura menemukan ada foto bendera ISIS dan rangkaian gambar membuat bom sandal dan gambar radikal di ponsel Reh," kata Sam.

Berdasarkan temuan tersebut, petugas Imigrasi Singapura menolak masuk Singapura dan mendeportasi kembali ke Malaysia. Pihak Imigrasi Malaysia mendeportasi ke Indonesia melalui Pelabuhan Internasional Batam Center, Batam. "Pemerintah Malaysia tidak memproses hukum, karena akan lebih baik jika kasus ini ditangani oleh pemerintah Indonesia sendiri," kata Sam. (*)

Sebelumnya

LMA Wilayah Walesi tuntut kompensasi pembangunan bak air

Selanjutnya

Oknum polisi diduga aniaya warga sipil hingga tewas

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Tinggalkan Komentar :
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua