PapuaMart
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Lapago
  3. Oknum polisi diduga aniaya warga sipil hingga tewas
  • Kamis, 12 Januari 2017 — 18:47
  • 1465x views

Oknum polisi diduga aniaya warga sipil hingga tewas

Menurutnya, polisi selaku pelayan, pelindung dan pengayom masyarakat hadir untuk melindungi masyarakat. Sekalipun bersalah, polisi tidak pantas bertindak berlebihan sehingga menghilangkan nyawa seseorang.
Keluarga korban Edison Matuan saat memberikan keterangan pers-Jubi/Islami Insert: Korban Edison Matuan dalam kondisi meninggal di RSUD Wamena - Jubi/Islami
Islami Adisubrata
islami@tabloidjubi.com
Editor : Kyoshi Rasiey

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Wamena, Jubi – Seorang masyarakat bernama Edison Matuan (21) diduga dianiaya oleh sejumlah oknum anggota Polres Jayawijaya, Rabu (10/1/2017) hingga mengakibatkan korban meninggal dunia.

Dari informasi yang didapat, korban Edison Matuan ditangkap oleh sejumlah anggota polisi karena diduga akan melakukan pencurian di seputar jalan Irian Kota Wamena, Rabu (10/1/2017) dini hari. Saat ditangkap, korban diduga dianiay sehingga tak sadarkan diri. Korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Wamena. Saat di RSUD pun korban yang dalam perawatan medis masih dianiaya sejumlah oknum kepolisian yang saat itu mengamankannya.

Setelah sadar korban sempat di bawa ke Polsek Bandara Wamena, namun lagi-lagi mendapat tindakan penganiyaan sehingga kembali tak sadarkan diri dan akhirnya dibawa lagi ke rumah sakit hingga menghembuskan nafas terakhirnya pada Kamis (11/1/2017) pagi.

Insiden penganiayaan ini dibenarkan oleh Ketua Advokasi Hukum dan HAM se Pegunungan Tengah Papua, Theo Hesegem. Ia mengaku, langsung ke RSUD Wamena untuk memastikan hal itu setelah mendapatkan informasi kejadian itu. Keterangan petugas medis RSUD Wamena, kata Hesegem, korban Edison Matuan memang mendapat penganiyaan saat ditangani medis di rumah sakit.

“Sekitar jam 7 pagi saya mendapat SMS bahwa ada seseorang yang disiksa oleh lima oknum anggota Polres Jayawijaya dan meninggal di rumah sakit. Ketika bertanya kepada petugas rumah sakit, mereka membenarkan bahwa anak itu dipukul dengan popor senjata di kepala sehingga tidak berdaya,” kata Theo Hesegem saat menggelar jumpa pers di Wamena, Kamis (11/1/2017).

Menurutnya, polisi selaku pelayan, pelindung dan pengayom masyarakat hadir untuk melindungi masyarakat. Sekalipun bersalah, polisi tidak pantas bertindak berlebihan sehingga menghilangkan nyawa seseorang.

“Kami akan tetap melakukan investigasi kasus ini dan kami akan menyurat resmi ke Kapolri. Kapolres pun harus mempertanggungjawabkan ini. Tidak bisa melihat karena Edison Matuan ini sebagai pencuri saja lalu diabaikan, ini menyangkut nyawa seseorang,” katanya.

Saat mengunjungi korban di rumah sakit, Theo mengaku korban mengalami lebam di seluruh muka. Hidung dan kepala bagian belakang juga berdarah akibat poporan senjata dan ada sekitar tujuh jahitan di kepala.

“Menurut keterangan petugas medis korban tidak mabuk. Justru anggota polisi yang bawa korban dalam keadaan mabuk dan memukulnya," ungkap Hesegem.

Kapolres Jayawijaya, AKBP Yan Pieter Reba saat dihubungi Jubi Kamis (12/1) mengakui bahwa korban tersebut  meninggal. Tetapi dia mengatakan hal itu bukan disebabkan oleh personilnya.

"Saat ini kami sedang periksa anggota, namun pada prinsipnya almarhum mengkonsumsi minuman beralkohol yang berlebihan dan jatuh," tegasnya. (*)

Sebelumnya

LMA Wilayah Walesi tuntut kompensasi pembangunan bak air

Selanjutnya

Dianggap tidak transparan, pembagian dana kampung Yogonima diprotes

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Tinggalkan Komentar :
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua