Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Infrastruktur
  3. Meski merugi, Telkomsel tetap komit bangun Papua
  • Kamis, 12 Januari 2017 — 23:32
  • 1542x views

Meski merugi, Telkomsel tetap komit bangun Papua

"Hal ini tak bisa kita elakkan sebab keberlanjutan layanan akan terus diterapkan. Tiap daerah akan berbeda, misalnya di daerah satu ada yang hanya layanan voice dan SMS dan ada yang data. Kami juga menjalankan subsidi silang," tegasnya.
General Manajer Eksternal Corporate Communication Denny Abidin menjelaskan langkah Telkomsel ke depan kepada wartawan peserta media gathering area Pamasuka, Malang –Jubi/Sindung Sukoco.
Sindung Sukoco
sindung@tabloidjubi.com
Editor : Kyoshi Rasiey

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Malang, Jubi - Denny Abidin GM External Corporate Communication Telkomsel menegaskan pembangunan jaringan di Papua merupakan komitmen Telkomsel dan tidak akan mundur atau dicabut kembali meski ada kerugian yang dialami.  

"Kalau ambil untung sangat tidak. Ini yang harus diluruskan, sebab (Telkomsel) membayar lebih satelit, maintenance layanan dan selain itu reputasi perusahaan seperti Paling Indonesia membuat kita tak meninggalkannya," ujar Denny kepada Jubi, disela media gathering Telkomsel Pamasuka di Malang-Surabaya, Kamis (12/1/2017).

Iapun menyayangkan tidak adanya perusahaan telekomunikasi lainnya yang mau membuka diri ke wilayah timur Indonesia. Menurutnya, perusahaan lain ini masih enggan menghadirkan layanan komunikasinya di Papua seperti yang mereka hadirkan di Pulau Jawa. Ia mengharapkan setidaknya ada tiga backbone yang dihadirkan oleh perusahaan lain bersama Telkomsel sehingga ketika satu putus masih ada dua jalur.

"Padahal mempunyai lisensi nasional sama dengan Telkomsel," ujarnya.

Perusahaan lain, lanjutnya, punya 'backbone' tapi mereka tidak masuk ke Papua karena secara ekonomis tidak masuk.

"Memang jadi konsekuensi yang wajar ketika hanya Telkomsel yang hadir, begitu SMPCS putus, ya tidak ada alternatif," ujarnya.

Menurutnya "backbone" yang merupakan saluran atau koneksi berkecepatan tinggi yang menjadi lintasan utama dalam sebuah jaringan, yang kini dalam bentuk kabel optik bawah laut, merupakan solusi yang dibutuhkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Papua.

Mengenai tarif, Denny menegaskan bahwa disparitas harga yang berbeda di tiap wilayah merupakan kebijakan yang dilakukan untuk perusahaan atas imbas perang tarif yang ada di dunia telekomunikasi.

"Hal ini tak bisa kita elakkan sebab keberlanjutan layanan akan terus diterapkan. Tiap daerah akan berbeda, misalnya di daerah satu ada yang hanya layanan voice dan SMS dan ada yang data. Kami juga menjalankan subsidi silang," tegasnya.

Terkait gangguan, terutama persoalan sering putusnya kabel optik bawah laut, Denny menegaskan terjadi karena fenomena alam, bukan kesalahan Telkomsel.

"Yang terpenting kedepan ada upaya terbaik untuk backup yang lebih baik lagi.

Ia memastikan backup dari satelit terus dilakukan. Saat ini pemerintah sedang mengupayakan Palapa ring sebagai backbone untuk wilayah Timur Indonesia agar membackup teknologi termutakhir saat ini.

Sering putusnya kabel optik bawah laut memang membuat masyarakat Kota Jayapura terganggu, apalagi saat ini kehidupan masyarakat tidak terlepas dari namanya internet.

"Seharusnya provider (Telkom) lebih jeli melihat keluhan dari masyarakat. Bila perlu ada semacam ganti rugi dengan layanan yang tidak maksimal. Kasihan kan, masyarakat yang menggunakan paket data, sudah beli namun tidak bisa digunakan," kata Agustinus Raprap, seorang warga Kota Jayapura kepada Jubi pekan lalu. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Warga Heram minta pasar dibangun di Terminal Sentani-Waena

Selanjutnya

Penjabat Wali Kota : Jaringan Telkom buruk menghambat aktivitas masyarakat

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe