Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Pemerintah bangun dua SMK di Raja Ampat
  • Jumat, 13 Januari 2017 — 11:30
  • 653x views

Pemerintah bangun dua SMK di Raja Ampat

Dua dari ratusan SMK itu dibangun di Raja Ampat, Papua Barat, yaitu, SMK Perikanan dan SMK Pariwisata dan direncanakan beroperasi pada tahun ajaran 2017/2018.
Home stay di Raja Ampat - IST
Niko MB
Editor : Timoteus Marten
LipSus
Features |
Kamis, 20 September 2018 | 09:41 WP
Features |
Rabu, 19 September 2018 | 16:08 WP
Features |
Selasa, 18 September 2018 | 07:24 WP

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Waisai, Jubi – Kementerian Pendidikan melalui Dirjen Pendidikan Dasar dan Menengah RI berencana mendirikan 150 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di seluruh Indonesia tahun 2017.

Dua dari ratusan SMK itu dibangun di Raja Ampat, Papua Barat, yaitu, SMK Perikanan dan SMK Pariwisata dan direncanakan beroperasi pada tahun ajaran 2017/2018.

Wakil Bupati Raja Ampat, Manuel Piter Urbinas ketika meninjau lokasi pembangunan dua SMK di hadapan pemerintah distrik Ayau dan Kepulauan Ayau di Kampung Doreikar, Jumat (13/1/2017) mengatakan, hal itu sebagai bentuk perhatian pemerintah dalam membangun SDM di Kabupaten Raja Ampat.

Sekolah ini akan menjadi SMK unggulan dengan empat jurusan—tiga di antaranya yaitu berhubungan langsung dengan perikanan, budidaya, tangkap dan pemeliharaan. Satu jurusan lainnya, teknik mesin berkaitan dengan mesin nelayan, seperti motor tempel dan katintin, serta perbaikan mesin pendingin seperti freezer.

Disebutkan, siswa SMK Perikanan diutamakan untuk lulusan SMP di distrik Waigeo Timur, Wawarbomi, Waigeo Utara, Supmin, Ayau dan Kepulauan Ayau dan distrik lainnya di Raja Ampat. Biaya sekolah dengan pola asrama ditanggung Pemerintah Pusat, dan akhir Januari dilakukan peletakan batu pertama.

“Diharapkan hadirnya SMK Perikanan ini, lulusannya dapat mengembangkan budidaya perikanan dan kelak menjadi lumbung ikan untuk diekspor ke luar negeri,” kata Urbinas.

Ia menjelaskan pesisir utara Waigeo hingga Ayau merupakan lumbung ikan di Raja Ampat. Masyarakatnya pun bekerja sebagai nelayan-nelayan andal.

Pemilik ulayat marga Umpes dan masyarakat Ayau bahkan akan menyerahkan lahan seluas lima hektare untuk pembangunan SMK perikanan di Doreikar, Distrik Kepulauan Ayau.

Tokoh masyarakat setempat, Herman Umpes menyambut baik niak pemerintah untuk memajukan SDM Raja Ampat di bidang perikanan. Oleh karena itu, sekolah yang diharapkan selesai pada Mei 2017 ini dapat berkontribusi untuk masyarakat. (*)

loading...

Sebelumnya

Selanjutnya

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Pilihan Editor |— Selasa, 25 September 2018 WP | 9453x views
Polhukam |— Jumat, 21 September 2018 WP | 6372x views
Koran Jubi |— Senin, 17 September 2018 WP | 6013x views
Berita Papua |— Senin, 24 September 2018 WP | 4550x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe