Festival Film Papua
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
  1. Home
  2. Lapago
  3. Dianggap tidak transparan, pembagian dana kampung Yogonima diprotes
  • Jumat, 13 Januari 2017 — 11:38
  • 871x views

Dianggap tidak transparan, pembagian dana kampung Yogonima diprotes

"Tetapi beberapa masyarakat yang memprotes ini, justru tidak diterima salah satu oknum keluarga kepala Kampung Yogonima,” kata perwakilan masyarakat Kampung Yogonima, Distrik Itlayhisage, Enias Itlay kepada wartawan di Wamena, Jumat (13/1/2017).
Enias Itlay dan Verius Hisage saat memberikan keterangan pers - Jubi/Islami
Islami Adisubrata
islami@tabloidjubi.com
Editor : Zely Ariane

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Wamena, Jubi – Sejumlah masyarakat dan mahasiswa mengganggap pembagian dana desa tahap II yang disalurkan pemerintah di Kampung Yogonima, Distrik Itlayhisage, Kabupaten Jayawijaya pada tanggal 10 Januari 2017 tidak transparan.
Mereka melakukan protes karena keseluruhan dana desa untuk Kampung Yogonima tahap II tahun 2016, menurut mereka seharusnya total berjumlah 445.300.000 rupiah, namun ketika akan dibagikan kepala kampung hanya menyebutkan sebesar 330.000.000 rupiah.

“Sehingga kami masyarakat mempertanyakan sisanya di mana, padahal yang harus dibagikan itu ada empat ratus juta lebih. Tetapi beberapa masyarakat yang memprotes ini, justru tidak diterima salah satu oknum keluarga kepala Kampung Yogonima,” kata perwakilan masyarakat Kampung Yogonima, Distrik Itlayhisage, Enias Itlay kepada wartawan di Wamena, Jumat (13/1/2017).

Masyarakat, menurut Itlay, tidak puas karena pembagian dana kampung tidak transparan. Dan sayangnya, ketika hal itu diprotes terjadi intimidasi terhadap dirinya dan rekannya oleh salah seorang oknum pegawai di Yalimo berinisial BI yang juga merupakan keluarga kepala kampung yang tidak terima dan hendak membatasi penyampaian aspirasi masyarakat.

Menurut Enias dana desa tahap II tahun 2016 telah diterima pada 8 Desember 2016 lalu, namun baru dibagikan kepada masyarakat pada tanggal 10 Januari 2017. Pembagiannya pun tidak jelas. Ada kelompok masyarakat yang mendapatkan 20 juta rupiah dan ada 10 juta rupiah per RT.

Menyambung Enias, perwakilan mahasiswa Distrik Itlayhisage, Verius Hisage mengaku bahwa kejadian seperti ini bukan terjadi di 2016 saja, tetapi di anggaran sebelumnya juga dana kampung ini dibagikan langsung ke masyarakat dan peruntukannya tidak sesuai dengan musyawarah masyarakat untuk kepentingan kampung.

“Oknum BI ini mengintervensi kepala kampung secara berlebihan, semua bantuan apapun lewat dia, mau bagi uang juga tunggu dia turun dari Yalimo dulu baru dibagikan, laporan soal ini masih dalam proses ke pemerintah Jayawijaya. Yang pasti, ini hak kami berhubung dengan transparansi dana kampung, dan kepala kampung maupun kepala distrik punyak kewajiban menjelaskan kepada masyarakat,” tegas Verius Hisage. (*)

Tinggalkan Komentar :

Sebelumnya

Oknum polisi diduga aniaya warga sipil hingga tewas

Selanjutnya

Mahasiswa Jayawijaya tolak John Banua jadi anak adat

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua