PapuaMart
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
  1. Home
  2. Mamta
  3. Curah hujan tertinggi di Kota Jayapura akan terjadi Maret
  • Jumat, 13 Januari 2017 — 18:39
  • 1999x views

Curah hujan tertinggi di Kota Jayapura akan terjadi Maret

“Kalau soal banjir yang terjadi saat ini di Kota Jayapura bukan terjadi karena curah hujan yang tinggi, tapi terjadi karena drainesenya kurang bersih. Itu yang menyebabkan banjir,” katanya.
Curah hujan yang tinggi setiap awal tahun membuat Pasar Youtefa menjadi langganan banjir - Dok. Jubi
David Sobolim
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Timoteus Marten

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Jayapura,Jubi – Meskipun banjir kini sudah terus melanda Kota Jayapura, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Papua memprediksi curah hujan tertinggi di kota tersebut baru terjadi pada Maret 2017 nanti.

Kepala bidang penerangan BMKG Papua, Darmawan kepada Jubi di Jayapura, Jumat (13/1/2017), mengatakan curah hujan tertinggi di Kota Jayapura akan terjadi pada bulan Maret, sedangkan pada Januari hingga Februari masih dikategorikan hanya hujan ringan.

“Kalau soal banjir yang terjadi saat ini di Kota Jayapura bukan terjadi karena curah hujan yang tinggi, tapi terjadi karena drainesenya kurang bersih. Itu yang menyebabkan banjir,” katanya.

Hujan masih akan mengguyur seluruh kota di Papua hingga bulan Maret nanti. “Hal ini terjadi karena dipengaruhi oleh matahari berada selatan kathulistiwa dan menghangatkan suhu laut sehingga mengakibatkan banyak penguapan dan terjadinya hujan,” katanya.

Darmawan menjelaskan hujan ini akan terjadi di seluruh Indonesia. Untuk Provinsi Papua, curah hujan tertinggi diperkirakan terjadi di beberapa kabupaten, seperti Paniai, Nabire dan sekitarnya. Sedangkan curah hujan tinggi akan terjadi di Kabupaten Jayawijaya, Nduga, Puncak Jaya dan sekitarnya. Dan hujan ringan akan terjadi di Kota Jayapura dan sekitarnya.

BMKG Papua memprediksi hujan masih akan mengguyur Papua pada bulan Mei, Juni dan Juli. Namun BMKG  juga memperkirakan akan terjadi kekeringan atau atau El nino  di Papua pada Agustus 2017  karena matahaari mulai meninggalkan selatan khulistiwa  menuju ke arah utara. 

Naftali warga Organda, Padangbulan, Kota Jayapura mengatakan mengharapkan agar BMKG memperingatkan masyarakat, terutama kapan saatnya terjadi hujan.

“Kalau ada peringatan, kami bisa amankan barang-barang to? Terutama di tempat kami yang rawan banjir dan longsor,” katanya.(*)

Sebelumnya

Dua blok Pasar Youtefa dibangun akhir 2017

Selanjutnya

Masyarakat Moi gelar acara lepas sambut dengan Bupati non-aktif, dan serahkan surat dukungan

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Tinggalkan Komentar :
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua