Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Otonomi
  3. BPLH ajak masyarakat jaga daerah resapan
  • Jumat, 13 Januari 2017 — 19:00
  • 1280x views

BPLH ajak masyarakat jaga daerah resapan

"Masyarakat harus tahu pentingnya daerah resapan, apalagi hutan sagu yang selama ini kami harapkan bisa menjadi daerah resapan tidak dijaga dengan baik," kata Noak kepada wartawan, di Jayapura belum lama ini.
Hutan sagu di Papua - Dok. Hendrik Palo
Alexander Loen
Editor : Angela Flassy

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLH) Provinsi Papua mengajak masyarakat Kota dan Kabupaten Jayapura untuk menjaga daerah resapan, pasalnya beberapa titik daerah resapan sudah tidak berfungsi dengan baik.

Kepala BPLH Provinsi Papua, Noak Kapisa mengatakan tidak berfungsinya daerah resapan terbukti dengan terendamnya beberapa titik oleh air, seperti di kawasan Khalkote maupun Yahim, Kabupaten Jayapura.

"Masyarakat harus tahu pentingnya daerah resapan, apalagi hutan sagu yang selama ini kami harapkan bisa menjadi daerah resapan tidak dijaga dengan baik," kata Noak kepada wartawan, di Jayapura belum lama ini.

Menurutnya, sampai saat ini pemerintah sudah berupaya maksimalkan untuk mengadvokasi masyarakat untuk tetap menjaga daerah resapan, bahkan ada peraturan daerah yang mengingatkan masyarakat menjaga hutan sagu.

“Pemerintah kabupaten/kota sudah seharusnya memikirkan langkah-langkah untuk tetap menjaga daerah resapan,” katanya.
BPLH sudah menyarankan kepada pemerintah daerah untuk tetap melakukan monitor secara baik, mengingat jika hutan sagu secara rutin ditebang, bisa berdampak buruk terhadap daerah sekitar.

"Harus terus diperhatikan, karena hutan sagu ini harus dijaga kelestarian tidak boleh ditebang, berdampak besar terhadap daerah sekitar, hal ini yang menyebabkan sebagian daerah Khalkote maupun Yahim, terendam," kata Kapisa.

Hal senada disampaikan Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Papua, Elia Loupatty. Dirinya meminta Kota dan Kabupaten Jayapura untuk memperhatikan daerah resapan yang ada di beberapa wilayah permukiman masyarakat.

"Kejadian yang terjadi kali ini harus menjadi pelajaran. Untuk itu, pemerintah daerah harus secara intens monitor setiap daerah resapan air, sehingga ketika curah hujan tinggi tidak menyebabkan banjir dan lain sebagainya," kata Elia. (*)

loading...

Sebelumnya

Pemprov Papua tingkatkan pengawasan program untuk OAP

Selanjutnya

Disnakerduk merasa perlu ada survei tenaga kerja lokal

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Jumat, 11 Mei 2018 WP | 6371x views
Domberai |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 2473x views
Polhukam |— Jumat, 18 Mei 2018 WP | 2392x views
Koran Jubi |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 1395x views
Koran Jubi |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 1190x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe