Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Bali & Nusa Tenggara
  3. Polres Kupang tahan tujuh tersangka perdagangan orang
  • Minggu, 15 Januari 2017 — 17:20
  • 2000x views

Polres Kupang tahan tujuh tersangka perdagangan orang

Aparat Kepolisian Polres Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), melakukan penahanan terhadap tujuh orang tersangka kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan 16 orang anak dibawah umur.
Ilustrasi. Polisi Kupang tangkap tujuh tersangka kasus TPPO. –tempo.co
ANTARA
redaksi@tabloidjubi.com
Editor : Lina Nursanty

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Kupang, Jubi – Aparat Kepolisian Polres Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), melakukan penahanan terhadap tujuh orang tersangka kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan 16 orang anak dibawah umur.

"Penyidik Polres Kupang masih bekerja keras menuntaskan penyidikan tujuh kasus TPPO melibatkan tujuh orang tersangka dengan korban 16 orang wanita asal NTT. Dari tujuh tersangka itu dua di antaranya perekrut empat orang korban yang bekerja di Aceh. Keempat korban telah dipulangkan ke NTT, Sabtu malam," kata Kasat Reskrim Polres Kupang Iptu Ebed Amalo di Kupang, Minggu (15/1).

Ia mengatakan, dari tujuh tersangka itu dua orang tersangka yaitu Nat alias Susi Nona dan R terbukti melakukan perekrutan terhadap empat korban berinisial EK, LL, SM dan DR yang bekerja selama dua tahun di Aceh tanpa menerima upah.

Dikatakannya, tujuh tersangka yang ditahan di Polres Kupang terbukti merekrut 16 orang perempuan berusia dibawah umur sebagai pembantu rumah tangga. Ebed Amalo mengatakan, 16 korban diiming-imingi gaji cukup tinggi, namun kenyataannya tidak pernah menerima gaji seperti dijanjikan para tersangka.

"Selama dua tahun para korban bekerja sebagai pembantu rumah tangga tidak pernah menerima gaji seperti dijanjikan sebesar Rp.1.000.000/bulan, bahkan para korban diperlakukan secara kurang manusiawi selama bekerja karena menempatkan di gudang sebagai kamar tidur," tegasnya.

Ia mengatakan, tujuh tersangka terbukti melakukan pemalsuan dokumen kependudukan milik korban serta memalsukan surat izin orang tua para korban agar berhasil dikirim keluar NTT. "Orang tua para korban tidak mengetahui jika anak-anak mereka itu direkrut sebagai tenaga kerja oleh tujuh prang tersangka untuk dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga diluar NTT," tegasnya. (*)

 

loading...

Sebelumnya

Korban banjir Bima telah kembali dari pengungsian

Selanjutnya

Pertamina kirimkan 450 drum BBM untuk perkuat stok

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe