Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide
  1. Home
  2. Mamta
  3. Masyarakat Moi gelar acara lepas sambut dengan Bupati non-aktif, dan serahkan surat dukungan
  • Senin, 16 Januari 2017 — 12:50
  • 1090x views

Masyarakat Moi gelar acara lepas sambut dengan Bupati non-aktif, dan serahkan surat dukungan

"Moi hanya sebatas tempat untuk numpang lewat sawat saja. Tetapi saat ini Sentani Barat Moi sudah mulai diperhitungkan, tempat yang saat ini kita kupul (Pendopo LMA) adalah satu bukti bahwa Sentani Barat Moi mulai diperhitungkan," katanya.
Ketua Dewan LMA Moi Cakvin Done (membelakangi camera) ketika menyerahkan surat dukunggan kepada pasangan Mario. - Jubi/Engel Wally
Engelbert Wally
engellenny2509@gmail.com
Editor : Yuliana Lantipo

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Sentani, Jubi – Masyarakat Sentani Barat Moi telah menggelar acara lepas sambut tahun 2016-2017 bersama Bupati non-aktif Mathius Awoitauw di Pendopo Lembaga Masayarakat Adat (LMA) di Kampung Dosai, Sabtu (14/1/2017).

Acara tersebut dihadiri tua-tua adat, sesepuh, tokoh pemuda, tokoh adat, tokoh agama, serta masyarakat umum yang mendiami Lembah Moi.

Kegiatan ini diawali dengan ibadah yang dipimpin oleh Pdt. Joice Tulaseket dan dilanjutkan dengan pernyataan dukungan dari setiap komponen masyarakat: tokoh pemuda, lembaga adat, pihak gereja, kerukunan masyarakat Toraja, kerukunan masyarakan suku Dani, dan pihak perempuan.

Yusak Andatu yang mewakili tokoh pemuda mengawali pernyataan dukungannya dengan mengutip pernyataan misionaris I.S. Kijne, kepada orang asli Papua, "biar orang yang berilmu tinggi tidak akan membangun bangsa ini, selain bangsa ini sendiri yang bangkit dan membangun dirinya sendiri."

Yusak mengatakan Sentani Barat Moi sebelumnya tidak menjadi hitungan bagi para pemimpin terdahulu sebelum Mathius Awoitauw.

"Moi hanya sebatas tempat untuk numpang lewat sawat saja. Tetapi saat ini Sentani Barat Moi sudah mulai diperhitungkan, tempat yang saat ini kita kupul (Pendopo LMA) adalah satu bukti bahwa Sentani Barat Moi mulai diperhitungkan," katanya.

Salah satu bukti perhatian dari Mathius Awoitauw terhadap orang asli itu, menurut Yusak adalah dengan adanya pembentukan kampung-kampung adat termasuk sejumlah kampung adat yang telah ditetapkan di Moi.

"Pendopo bagi masyarakat dan LMA yang saat ini kita bisa berkumpul bersama ini adalah bukti kongkritnya,” jelas mantan Ketua KNPI Provinsi Papua.

Puncak pernyataan sikap ini disampaikan oleh Yohanes Calvin Done selaku Ketua Dewan LMA Moi. Menurutnya, Bupati non aktif itu telah banyak merealisasikan harapan-harapan masyarakat dan berpihak tarhadap masyarakat adat.

Beberapa harapan dan keberpihakan pada masyarakat Kabupaten Jayapura itu, yang disebut Yohanes Done adalah penutupan Tanjung Elmo yang disebut sebagai pusat prostitusi terbesar di Papua, penekanan peredaran minuman beralkohol, pembentukan sembilan dewan suku adat besar di Kabupaten Jayapura, penetapan 33 kampung adat.

"Oleh sebab itu, kami selaku Dewan Adat Suku yang di dalamnya terdiri dari para Ondoafi dan kepala suku Kampung Kendate, Maribu, waibron, Maribu, Sabron serta kerukunan keluarga Toraja, Biak, dan Dani menyatakan sikap mendukung penuh pasangan Mathius Awoitauw dan Giri Wijiantoro sebagai Buati dan Wakil Bupati Jayapura periode 2017-2021,” tegasnya. (*)

loading...

Sebelumnya

Curah hujan tertinggi di Kota Jayapura akan terjadi Maret

Selanjutnya

Polda Papua imbau masyarakat waspada aksi "Suntik Lari"

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe