PapuaMart
Facebook Twitter Google+ RSS RSS
  1. Home
  2. Otonomi
  3. Pemprov Papua monitor produk komoditas unggulan
  • Senin, 16 Januari 2017 — 17:02
  • 589x views

Pemprov Papua monitor produk komoditas unggulan

"Selama ini kan barang-barang banyak didatangkan dari luar Papua, oleh sebab itu kita mendorong agar produksi di Papua meningkat untuk bagaimana menekan harga-harga terutama di daerah pegunungan tengah," ujarnya.
Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Papua, Elia Loupatty saat melepas kontainer berisi kayu olahan yang akan diekspor ke Shanghai - Jubi/Alex
Alexander Loen
alex@tabloidjubi.com
Editor : Angela Flassy

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua sedang memonitor produk komoditas unggulan yang ada di wilayahnya, untuk di ekspor ke negara negara tetangga melalui Pelabuhan Jayapura.

Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Papua, Elia Loupatty mengatakan untuk kayu Pemprov sudah dua kali ekspor ke Shanghai.

"Kami harapkan pelabuhan kita di Papua dapat melayani hasil produk dalam daerah untuk di ekspor ke negara-negara tetangga, memang kami sedang memonitor produk dari unit-unit produk yang ada di dinas maupun instansi terkait dan juga masyarakat pada umumnya," kata Elia kepada wartawan, di Jayapura belum lama ini.

Hal ini menjadi penting, agar masyarakat tidak mengalami kesulitan terutama dalam membeli komoditas maupun barang-barang lainnya dengan harga yang terjangkau.

"Selama ini kan barang-barang banyak didatangkan dari luar Papua, oleh sebab itu kita mendorong agar produksi di Papua meningkat untuk bagaimana menekan harga-harga terutama di daerah pegunungan tengah," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Papua, Joko Supratikto menjelaskan, harus diakui tidak semua komoditas ada di Papua, sehingga pihaknya mendorong bagaimana ada komitmen untuk menjaga pasokan. Salah satu hal yang bakal didorong adalah mendorong kerjasama antar daerah.

"Kami sekarang menjajaki kerjasama antar daerah yakni kerjasama dengan Provinsi Jawa Timur termasuk tim TPID Jawa Timur," kata Joko.

Ia menjelaskan, Provinsi Jawa Timur menjadi pilihan mengingat pasokan barang 90 persen berasal dari  Surabaya.

"Kerjasama seperti ini telah berjalan dengan baik di beberapa daerah diantaranya DKI Jakarta dan NTT, dimana DKI adalah daerah yang membutuhkan pasokan daging sapi sementara daerah NTT menjadi daerah produksi daging," ujarnya. (*)

Sebelumnya

Kabupaten/Kota di Papua diminta konsisten jaga hutan

Selanjutnya

Wilayah Mamta dinilai strategis kembangkan Kakao

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga
Tinggalkan Komentar :
Terkini

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : redaksionline@tabloidjubi.com

Copyright © 2016. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua