Facebook Twitter Google+ RSS RSS
Show/Hide

  1. Home
  2. Otonomi
  3. Wilayah Mamta dinilai strategis kembangkan Kakao
  • Senin, 16 Januari 2017 — 17:12
  • 891x views

Wilayah Mamta dinilai strategis kembangkan Kakao

"Kakao di daerah Mamta harganya cukup besar nilainya pada kisaran Rp27-29 ribu per kg. Untuk itu, kami terus mendorong beberapa wilayah untuk tetap menanam kakao," ujarnya.
Petani Kakao di Kampung Hamonggrang ketika melakukan pemisahan biji kakao yang terserang hama dan yang baik – Jubi/Engel Wally
Alexander Loen
Editor : Angela Flassy

PERHATIAN!!!

Penggunaan sebagian atau seluruh materi dalam portal berita ini tanpa seijin redaksi tabloidjubi.com akan dilaporkan kepada pihak berwenang sebagai tindakan pelanggaran terhadap Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 Tentang HAK CIPTA dan/atau UU RI Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

Portal Berita Tanah Papua No. 1 | Jubi ,

Jayapura, Jubi - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua menilai wilayah Mamta sangat strategis untuk kembangkan komoditas coklat (kakao). Sementara untuk wilayah pegunungan sangat baik untuk kopi.

Asisten Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Papua, Elia Loupatty mengatakan Papua memiliki potensi yang perlu dikembangkan. Untuk itu, pihaknya terus mendorong para petani lokal untuk mengembangkan sekaligus meningkatkan produksi kakao dan kopi.

"Hal ini perlu terus di dorong, apalagi harga kakao dan biji kopi di pasaran terus membaik, begitu juga soal tingginya permintaan pasar," kata Elia kepada wartawan, di Jayapura belum lama ini.

Selain berkurangnya hama, ujar Elia, dari sisi infrastruktur jalan juga sudah tersedia, sehingga untuk mengangkut komoditas kakao dari Distrik Yapsi menuju Kabupaten Jayapura, Sentani tidaklah terlalu sulit.

"Kakao di daerah Mamta harganya cukup besar nilainya pada kisaran Rp27-29 ribu per kg. Untuk itu, kami terus mendorong beberapa wilayah untuk tetap menanam kakao," ujarnya.

Sementara mengenai komoditas kopi, jelas Elia, saat ini Kabupaten Dogiyai sudah mulai membangkitkan lagi dengan mengintensifikasikan varietas kopi yang sudah ada, karena sudah cukup.

"Komoditas kopi untuk wilayah Meepago dan Laapago saya rasa punya cita rasa tersendiri, seperti kopi robusta dan kopi arabika," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Papua, John Nahumury mengatakan guna meningkatkan produksi biji coklat di Papua, Pemprov telah mengembangkan sentra perkebunan kakao pada beberapa kabupaten diantara, Sarmi, Keerom, Nabire dan Yapen.

"Diharapkan dengan adanya pengembangan sentra perkebunan kakao dapat meningkatkan hasil produksi di Papua," kata John.

Selain dorong perluasan areal perkebunan, pemprov juga telah mendorong pengembangan pemeliharaan kebun kakao. (*)

loading...

Sebelumnya

Pemprov Papua monitor produk komoditas unggulan

Selanjutnya

Pemprov Papua harap PP No 1 tahun 2017 pro rakyat

Komen Saya

Laporan Warga

Simak Juga

Populer
Polhukam |— Jumat, 11 Mei 2018 WP | 6370x views
Domberai |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 2472x views
Polhukam |— Jumat, 18 Mei 2018 WP | 2392x views
Koran Jubi |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 1394x views
Koran Jubi |— Sabtu, 12 Mei 2018 WP | 1189x views

Subscribe to our mailing list

* indicates required
Jl. Sakura Gg Jati I No A5, Perumnas II Waena Jayapura - Papua (99351)
Telp: 0967 - 574209
Fax : 0967 - 574216
Email : [email protected]

Copyright © 2013. All rights Reserved PT Jujur Bicara Papua

Search Engine Submission - AddMe